Aroma Tak Sedap Muncul dari Goa Akbar Tuban

Aroma Tak Sedap Muncul dari Goa Akbar Tuban

SuaraBanyuurip.com - Hidayatul Khoiriyah

Tuban – Inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan Wakil Bupati Tuban, Jawa Timur, Noor Nahar Husein bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di empat destinasi wisata ditemukan sejumlah persoalan. Salah satunya pengelolaan di wisata Goa Akbar.

Selain Goa Akbar, sidak dilakukan di Pantai Boom, Pantai Kelapa, dan Agrowisata Petik Belimbing-Tasikmadu.

Usai melakukan penelusuran sepanjang Goa Akbar, Noor Nahar menyempatkan untuk berdialog dengan pedagang di area wisata yang berdekatan dengan Pasar Baru Tuban itu. 

Pedagang mengeluhkan pengunjung Goa Akbar yang makin sepi. Disebabkan fasilitas yang kurang memadai serta tidak adanya perubahan dan gebrakan baru dari pengelola. 

“Pengunjung sering mengeluh bau, dan tidak mau lagi ke Goa Akbar,” ujar pedagang baju di area Goa Akbar, Nunung saat dikonfirmasi suarabanyuurip.com di sela-sela kesibukannya menata dagangannya, Selasa (15/1/2019).

Omzetnya dalam lima tahun terakhir menurun drastis hingga 50 persen. Salah satunya karena semakin berkurangnya wisatawan di Goa tempatnya mengais rejeki.

“Lima tahun yang lalu dalam sehari bisa mencapai 1 juta, tapi sekarang 500 ribu saja sudah bersyukur,” keluh perempuan berkulit sawo matang itu.

Baca Juga :   Lantai Kolam Utama Bektiharjo Gores Kaki Pengunjung

Nunung dan pedagang di area Goa Akbar mengharapkan pemkab dapat memberikan pengelolaan yang lebih baik mulai dari fasilitas, hingga perawatan goa. Minimal Pemerintah bisa memberikan spot foto atau penambahan fasilitas dan kebersihan goa lebih dijaga, sehingga pengunjung krasan. 

Menanggapi hal tersebut, Wabup Noor Nahar berjanji akan mengupayakan pembersihan di Goa Akbar. Sekaligus melakukan penelitian terkait bocoran air di goa untuk dipastikan sebagai limbah atau air biasa. 

“Dalam waktu dekat akan kita bersihkan, nanti kita akan tambah lighting dan beberapa fasilitas bagi pengunjung,” janji wabup dua periode di Bumi Wali. 

Selain itu, politisi PKB asal Kecamatan Rengel itu meminta OPD terkait melakukan penelitian terkait kapasitas yang dapat ditampung di Goa Akbar. Riset tersebut untuk memastikan perolehan oksigen pengunjung tercukupi.

“Kalau terlalu banyak Karbondioksida, maka pengunjung akan lemas. Ini perlu dilakukan penelitian terkait kapasitas di Goa Akbar,” pinta Wabup berkacamata ini.

Selama ini ada tiga obyek wisata yang dikelola Pemkab Tuban. Terhitung hingga 9 Desember 2018 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Goa Akbar terealisasi Rp323.961.000,- atau 92,56% dari target Rp350.000.000.

Baca Juga :   Pasar Keroncong, Cara Seniman Bojonegoro Pulihkan Ekonomi di Masa Pandemi

 Pemandian Bektiharjo mencapai Rp431.617.009,- atau 107,90% dari target Rp400.000.000, dan Pantai Boom mencapai Rp312.290.500,- atau 115,29% dari target Rp270.000.000. (hida)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *