SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Wacana pembubaran anak perusahaan Badan Usaha Milik Daerah Bojonegoro, Jawa Timur, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), memantik reaksi DPRD setempat.
Anak perusahaan itu dibentuk untuk memperkuat bisnis BBS agar mampu menyokong pendapat asli daerah.
Ketua DPRD Bojonegoro, Sigit Kushariyanto meminta agar rencana pembubaran anak perusahaan PT BBS dipertimbangkan. Sekalipun semua itu adalah kewenangan Bupati Bojonegoro.Â
“Yang perlu dipertimbangkan anak perusahaan ini dibentuk dalam rangka apa,” katanya saat ditemui suarabanyuurip.com di kantornya, Jumat (20/1/2019).Â
Dari laporan BBS yang diaterima, pembentukan anak perusahaan dalam rangka memperkuat bisnis PT BBS baik disektor hulu maupun hilir migas serta bidang konstruksi.Â
Terlebih, sebelumnya sudah banyak rencana yang akan dijalankan PT BBS seperti pembangunan Kilang Mini, pengelolaan PI di Blok Tuban, dan bisnis lainnya di Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru.Â
“Kami sudah mendorong agar BBS ini memperbaiki kemampuan bisnisnya, dan itu memang butuh proses,” ujar politisi Partai Golkar itu.Â
Sigit juga menyampaikan jika PT BBS membutuhkan modal. Itu bisa dilakukan dengan cara menggandeng mitra yang memiliki kemampuan finansial cukup, dan mempunyai trading.Â
“Jadi kami berharap agar PT BBS ini tidak dibatasi pekerjaannya dan tetap memanfaatkan anak perusahaan yang sudah dibentuk,” tandasnya.
Sebelumnya, Bagian Perekonomian Bojonegoro menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT BBS salah satunya adalah pembubaran anak perusahaan. Sekalipun anak perusahaan terssbut telah mengerjakan pipa gas Gresik-Semarang (Gresem).Â
“Pekerjaan yang terlanjur dikerjakan diselesaikan dulu, setelah itu dibubarkan,” kata Kepala Bagian Perekonomian Rahmat Djunaidi.Â
Pembubaran anak perusahaan ini, lanjut Djunaidi sesuai intruksi Bupati Anna Muawanah, agar PT BBS tidak banyak rencana bisnis kerja namun tidak ada yang terealisasi.Â
“Ya tujuannya supaya lebih fokus di sumur tua dan pengelolaan sulfur nantinya,” tegas pria berkacama mata minus ini.(rien)