SuaraBanyuurip.com -Â Hidayatul Khoiriyah
Tuban -Â Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tuban, Jawa Timur, mengungkapan jumlah sampah di wilayahnya paling banyak disumbang dari sampah makanan hingga 58,53 persen.
Disusul dengan sampah kebun dan taman sejumlah 15,32 persen, sampah plastik 11,02 persen, 5,78 persen untuk sampah kertas, 0,11 persen sampah kayu, sampah kain/tekstil sebesar 1,62 persen, karet 0,05 persen, 0,17 untuk sampah logam.
Tak hanya itu, beberapa sampah seperti kaca, kulit dan diapers turut andil menyumbang sampah di Tuban meski dengan jumlah tak begitu banyak. Yakni, 1,33 persen gelas/kaca, 4,43 sampah diapers, 1, 65 sampah lain-lain, dan sampah kulit 0,0 persen.
“Data itu tercatat pada Agustus 2018 lalu,†ujar Kepala Bidang Pengolahan Sampah DLH Tuban, Arwin Mustofa kepada suarabanyuurip.com di ruangannya, Senin (21/1/2019).
Sebagai upaya pengurangan sampah, di beberapa kecamatan telah dibentuk bank sampah untuk mengkondisikan sampah yang ada di setiap kecamatan di Bumi Ronggolawe. Sejumlah 74 bank sampah telah terbentuk, yang tersebar di beberapa kecamatan
“Jumlah itu yang sudah terdata, namun kemungkinan masih ada bank sampah yang belum terdata, secara menyeluruh bisa saja mencapai 100 bank sampah,†Terang Arwin sapaan akrabnya.
Beberapa pemangku kepentingan di Indonesia, turut andil dalam melakukan antisipasi terhadap pengurangan penggunaan sampah, salah satunya yang disoroti beberapa tahun terakhir ini terkait sampah plastik yang menjadi masalah makin pelik.
Di antaranya Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini yang mencanagkan Suroboyo Bus, dengan pemberlakukan penukaran tiket bus menggunakan sampah kemasan plastik, yang hasil penjualannya untuk mendanai operasi bus dan ruang hijau di kota.
Hal serupa dilakukan Wali Kota Bandung dengan memberlakukan pelarangan styrofoam untuk kemasan makanan dan minuman, dengan diberi sanksi terberat berupa pencabutan izin usaha.
Menurut Arwin, pemerintah kota Tuban, saat ini masih dalam pembahasan dalam mengantisipasi penumpukan sampah plastik khususnya.
“Masih dibicarakan terkait itu,†pungkasnya. (hida)