SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tengah menunggu realisasi program bedah rumah dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Bojonegoro, yang sudah diajukan pada 2018 lalu. Â Â
“Tahun lalu kita ajukan 24 rumah tidak layak huni untuk dibedah,” kata Kepala Desa Ngampel, Pujianto, kepada suarabanyuurip.com saat ditemui di kediamannya, Jumat (25/1/2019).Â
Diungkapkan, sejak tahun 2014 hingga 2017 sudah ada 7 rumah tidak layak huni yang dibedah oleh operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, saat itu yakni Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ).Â
“Karena tahun 2018 sudah tidak ada lagi bedah rumah melalui program CSR dari perusahaan migas, lalu kita ajukan ke Pemkab Bojonegoro,” tandas kakek dua cucu ini.Â
Saat ini, pihaknya masih menunggu tembusan dari dinas terkait berapa jumlah rumah yang akan dibedah. Karena, Pemdes merasa tidak mampu untuk membiayai bedah rumah yang nilainya antara Rp15 juta-20 juta.Â
“Biayanya besar, dan kebutuhannya banyak. Harapannya ya direalisasikan tahun ini meski secara bertahap,” pungkasnya.Â
Terpisah, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya, Welly Fitrama, belum memberikan keterangannya. Pesan pendek yang dikirimkan maupun sambungan telephone, belum ada balasan.(rien)