SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Buruknya pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, di Mall Pelayanan Publik di Jalan Veteran, kepada masyarakat memantik reaksi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.Â
Mereka menyayangkan adannya pelayanan yang diberikan Dispendukcapil kurang baik hingga mengecewakan masyarakat.
“Kita juga menyayangkan kenapa pelayanan publik di Dispendukcapil bisa mengecewakan masyarakat Bojonegoro,” kata Wakil Ketua Fraksi PKB, Abdullah Umar, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (7/2/2019).
Hal itu menyusul adanya antrian yang mencapai ribuan di kantor Dispendukcapil hingga terjadi kericuhan pada Rabu (6/2/2019) kemarin. Bahkan antrian menjalar hingga diluar gedung. Selain sempitnya ruang tunggu, juga tidak ada fasilitas AC atau alat pendingin yang membuat pemohon kepanasan meski didalam ruangan.
Menurutnya, untuk meningkatkan pelayanan publik terutama pembuatan E-KTP, kartu Identitas Anak (KIA) dan Kartu Keluarga (KK) di Dispendukcapil, harus ada penataan dan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
“Ini harus dilakukan secara tertib dan profesional, jadi kita dorong untuk peningkatan SDMnya,” ujar pria yang juga menjadi anggota Komisi C, DPRD Bojonegoro.
Pihaknya menyarankan, agar Pemkab Bojonegoro tidak serta merta mewacanakan perekaman dan pencetakan identitas masyarakat dilakukan di seluruh Kecamatan.
“Kita lihat dulu, ini bisa tidak dilakukan di Kecamatan. Karena, sesuai protap pencetakan KTP harus di Dispendukcapil karena berkaitan dengan ketahanan nasional,” tegasnya.
Sementara, untuk perekaman kata Umar, masih bisa dilakukan ditingkat Kecamatan. Namun, pihaknya mendorong agar segera ada perbaikan layanan publik jangan sampai masyarakat dirugikan.
Di beritakan sebelumnya, Plt Kepala Disdukcapil, M Kosim, mengaku, jika kemarin jumlah pengajuan KTP, KK, dan KIA sangat luar biasa dibanding hari sebelumnya.
“Memang hari ini, jumlahnya sangat banyak,” ujarnya.
Menurutnya, untuk blangko KTP telah tersedia setiap harinya hingga 500 lembar. Sementara, kemarin sejak pukul 11.00 Wib, pihaknya telah mengeluarkan 500 blangko lebih.
“Kita akan terus berbenah, ya memang berproses ya untuk memperbaiki situasi,” pungkasnya.(rien)