SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – DPRD Bojonegoro, Jawa Timur, menilai pelayanan di Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan (Discapilduk) amburadul.Â
Itu diungkapkan Wakil Ketua Komisi A DPRD Bojonegoro, Anam Warsito, saat melakukan inspeksi mendadak di Mall Pelayanan Publik terutama pada pelayanan KTP, KK, dan KIA di gedung yang berpusat dijalan Veteran.Â
Politisi Partai Gerinda itu melihat ratusan warga berjubel antri untuk mengurus identitas diri dan keluarga. Dari mereka ada yang terpaksa mengeluarkan anaknya dari jendela gedung karena tempatnya berdesakan.Â
“Ini benar-benar tidak berperikemanusiaan, sudah tempat antrinya sempit, tidak ada AC, banyak warga yang bawa anak harus kepanasan di luar gedung untuk mengantri,” ujar Anam, panggilan akrabnya.Â
Komisi dewan yang membidangi hukum dan pemerintahan itu segera menjadwalkan pertemuan dengan instansi terkait untuk menata kembali pelayanan publik yang sangat buruk dan merugikan masyrarakat banyak.Â
Anggota Komisi A, Ali Mustofa, menambahkan akan mendorong pembenahan fasilitas di Mall Pelayanan publik seperti terop dan kursi agar masyrakat bisa duduk dan menunggu dengan layak.
“Kita juga akan usulkan masing-masing Kecamatan punya alat cetak untuk KTP dan KK,” tukasnya.Â
Juminten (35), warga Desa Kalitidu, Kecamatan Kalitidu, mengaku sejak pukul 08.00 Wib sudah mengantri bersama ratusan warga lainnya. Dia datang hanya untuk mengambil KTP dan KK keluarganya.Â
“Sampai jam 12 an ini, saya belum bisa masuk dan dapat nomor antrian karena saking banyaknya orang,” kata ibu dua anak kepada suarabanyuurip.com, Rabu (6/2/2019) kemarin.
Warga lainnya, Nuraini (40), sempat emosi karena tidak mendapatkan pelayanan dengan baik. Ia sudah hampir seharian sejak pukul 06.00 Wib pagi mengantri untuk mengurus identitas keluarganya termasuk anaknya yang butuh mendapatkan KTP secepatnya.
“Anak saya butuh KTP untuk kerja, kalau tidka segera diberikan, terus bagaimana? Ini saja proses rekam dan cetaknya saja sudah satu bulan. Masa ambilnya berhari-hari. Hanya ambil saja kok susah,” katanya kecewa.
Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Disdukcapil, M Kosim, mengaku, jika kemarin jumlah pengajuan KTP, KK, dan KIA sangat luar biasa dibanding hari sebelumnya.Â
“Memang hari ini, jumlahnya sangat banyak,” ujarnya.
Menurutnya, untuk blangko KTP telah tersedia setiap harinya hingga 500 lembar. Sementara, kemarin sejak pukul 11.00 Wib, pihaknya telah mengeluarkan 500 blangko lebih.Â
“Kita akan terus berbenah, ya memang berproses ya untuk memperbaiki situasi,” pungkasnya.(rien)