SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menargetkan 500.000 penanaman pohon selama lima tahun kedepan. Program tersebut merupakan instruksi Bupati Anna Mu’awanah yang bertujuan untuk memperoleh banyak oksigen, membuat udara sejuk, mengurangi bencana banjir dan bisa mengurangi karbondioksida.
“Tahun ini, targetnya 100 ribu pohon yang akan ditanam,” kata Kepala DLH Bojonegoro, Nurul Azizah, kepada Suarabanyuurip.com saat ditemui dikantornya, Selasa (12/2/2019).
Dari target sebanyak itu, Pemkab Bojonegoro telah menggandeng pihak ketiga. Di antaranya operator lapangan Migas, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), Pertamina EP Cepu (PEPC), dan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu, serta Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, juga perusahaan non migas.
“Kalau kita semua yang tanam jelas tidak akan sanggup, jadi menggandeng pihak lain untuk mendukung program ini,” tukasnya.
Rencananya, jenis tanamannya adalah pohon keras dan pohon hias untuk keindahan. Jenis pohon keras yang akan ditanam adalah Tabib Uya sedangkan pohon hiasnya adalah jenis Flamboyan.
“Dari DLH, anggaran penghijauannya total empat ratus jutaan,” ungkap ibu dua anak ini.
Pohon Tabib Uya nantinya akan ditanam di lahan kritis, ruang terbuka hijau, jalan nasional dan provinsi utamanya di sekitar jembatan-jembatan. Selain memberi kesejukan, juga akan memberi keindahan seperti pohon Sakura di Jepang.
“Kita sudah komunikasi dengan operator migas dan semua perusahaan swasta di Bojonegoro. Intinya ada komitmen dari mereka, seperti PEPC yang sudah tanam 4000 pohon,” pungkasnya.(rien)