SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Operator Migas Blok Gundih Pertamina EP Asset 4 Field Cepu menyatakan kesiapannya bersinergi dengan Pemkab Blora, Jawa Tengah, untuk mengentas kemiskinan di wilayah kerjanya.
Diantaranya Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, wilayah ring-1 Blok Gudih. Sumber menjadi salah satu desa termiskin di wilayah Blora. Padahal, di lokasi itu terdapat Central Processing Plant (CPP) Gundih Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
“Prinsipnya kami siap bersinergi dengan Pemkab, sekiranya sasaran pengentasannya jelas,†ujar General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto kepada suarabanyuurip.com, Jumat (15/2/2019).Â
Oleh karena itu, program yang dijalankan Pertamina EP akan diselaraskan dengan rencana program Pemkab Blora.
“Program bisa diselaraskan dengan rencana pengembangan dari bupati,†ucapnya.
Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE), Crhristian Prasetya, menambahkan, pengentasan kemiskinan di ring 1 Blok Gundih dapat dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan gas (Jargas)Â rumah tangga di Desa Sumber.
“Kami mengusulkan agar jargas ditambah sasarannya,” sambung Crhistian dikonfirmasi terpisah.
Aktivasi seluruh jargas perlu dilakukan supaya manfaat bisa dirasakan masyarakat. Dari sebanyak 4000 sambungan rumah (SR), sekarang ini baru sekira 700 SR yang aktif.
“Kalau semua jargas teraktivasi, tentu bisa menekan pengeluaran untuk pembelian gas elpiji 3kg. Sebab, harga gas dari program jargas jauh lebih murah dibanding elpiji 3kg,†tuturnya.
Selain itu, perlu membuat cluster industri makanan kering di area jargas dengan membangun sistem yang baik. Mulai dari keuangan dan pemasaran produk.
Crhistian mencontohkan seperti yang dilakukan di Surabaya. Dari hasil studibandingnya, jargas di sana digunakan untuk industri rumah tangga seperti pembuatan sandal maupun sepatu.
“Tapi kalau di Desa Sumber yang memungkinkan potensi pertanian menjadi industri. Usulan saya snack kering,†pungkasnya.  (ams)