SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Puluhan kawanan pencuri kayu hutan diduga menyandera dua petugas Perhutani KPH Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, saat melakukan patroli hutan, pada Selasa (19/2/2019) sekitar pukul 20.30 WIB.
 Dua orang petugas perhutani tersebut adalah Watik sebagai Mandor dan Didik sebagai Mantri hutan. Keduanya bertugas di petak 18 RPH Beji, BKPH Kedewan, KPH Cepu.
Selain menyandera petugas, pelaku juga merusak dua unit sepeda motor dan merampas handpone serta uang milik korban.
Wakil Administratur bagian Utara Perhutani KPH Cepu, Prasetyo Lukito menjelaskan, peristiwa tersebut berawal saat dua orang petugas Perhutani sedang patroli di pos. Tiba-tiba mereka didatangi 6 orang yang tidak dikenal. Beberapa saat kemudian, 30 orang pelaku lainnya menyusul.
“Kedua petugas yaitu Watik dan Didik disandera. Pelaku semua menggunakan cadar,” ujar Prasetyo Lukito, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (20/2/2019).
Kawanan pencuri yang berjumlah puluhan orang tersebut, kemudian menebang pohon sonokeling. Saat pelaku lengah, kedua petugas berhasil meloloskan diri. Setelah berhasil meloloskan diri sekitar pukul 22.00 WIB, kedua petugas berjalan kaki menuju pos Asper yang berjarak 7 Kilometer dari lokasi kejadian.
“Mereka lapor ke Asper. Karena kekurangan personel, Asper minta bantuan tambahan personel untuk menuju ke lokasi,” ujarnya.
Saat petugas Perhutani tiba di lokasi, puluhan batang pohon sonokeling sudah dalam keadaan roboh dan dipotong-potong. Petugas Perhutani kemudian menyisir dan menemukan 7 batang yang sudah dipindah pelaku.
“Semua barang bukti bisa kami amankan.Tapi pelakunya kabur. Untuk kerugiannya belum bisa ditaksir. Rencananya barang bukti kita bawa ke TPK Batokan,” tutur Prasetyo Lukito.
Saat ini jajaran Perhutani KPH Cepu memaksimalkan pengamanan hutan sonokeling di area seluas 4 hektar di RPH Beji, BKPH Kedewan. Agar kejadian serupa tak terulang lagi, dan mengingat harga kayu sonokeling yang sangat mahal.
“Memang kami prioritaskan untuk menjaga tanaman sonokeling. Akan tetapi prioritas utama adalah keselamatan personel kami. Untuk kasusnya sudah kami laporkan ke Polsek Kedewan,” pungkasnya. (Ams)