SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, meminta agar empat operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) yang ada di Kabupaten Bojonegoro, mengikuti rapat Musyawarah Rencana Pembangunan Kabupaten (Musrebangkab) untuk mensinkronkan program corporate social responsibility (CSR).
Operator migas yang dimaksud diantaranya, operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Operator Lapangan Unitisasi Gas Jambaran-Tiung Biru (J-TB), Pertamina EP Cepu (PEPC), dan Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
Kabid Perencanaan Pembangunan Ekonomi Bappeda, Ike Widiyaningrum, mengatakan, untuk mensinkronisasikan program pembangunan pemerintah yang selama ini dilaksanakan dari pembiayaan APBD, APBN, APBD Provinsi, dan diluar APBD, pihaknya telah merapatkan hal tersebut, Kamis (21/2/2019) kemarin di kantor Bappeda lantai 4.
“Nantinya, akan ada rapat lanjutan karena kita baru memaparkan tujuan dari sinkronisasi program ini,” tandas wanita berhijab.
Sinkronisasi ini dilakukan agar target kinerja terukur, sehingga jika nanti membutuhkan kolaborasi dengan operator tidak terjadi tumpang tindih mana program CSR, dan mana yang Alokasi Dana Desa (ADD).
“Jadi porsi APBD dan CSR bisa diatur, karena permasalahan di Bojonegoro juga masih banyak,” tandasnya.
Menurut Ike, sapaan akrabnya, permasalahan di Bojonegoro yang belum terselesaikan sekarang diantaranya masalah kesehatan, pendidikan, pengentasan kemiskinan, Ruang Terbuka Hijau (RTH), pengurangan pengangguran dan masih banyak lagi.
“Jadi, operator migas perlu mengikuti musrenbangkab agar mengetahui program beserta penganggarannya,” tandasnya.
Sementara itu, semua Operator Migas mendukung adanya sinkronisasi program CSR dengan Pemkab Bojonegoro.
Relations Assisten Manager Pertamina EP Asset 4, Panji Galih Anoraga, mengatakan, mendukung adanya sinkronisasi program CSR dengan Pemkab Bojonegoro seperti yang diadakan kemarin.
“Tinggal nanti implementasi program di lapangan akan kami kordinasikan lebih lanjut dengan dinas – dinas terkait sesuai dengan program CSR yang akan dijalankan,” tukasnya.
Senada diungkapkan PGA and Relation Manajer PEPC Kunadi. Pihaknya juga mendukung pembahasan review dan evaluasi rencana kedepan pelaksanaan program CSR oleh operator migas di Bojonegoro.(rien)