SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Berbagai cara dilakukan jajaran Kepolisian Resor (Polres) Bojonegoro, Jawa Timur, untuk bisa dekat dengan masyarakat. Salah satunya dengan ikut berbaur langsung memanen padi di lahan pertanian.
Seperti dilakukan Kapolsek Gayam AKP Harjo, dan anggotanya yang ikut terjun langsung merontokkan padi di sawah petani sekitar lapangan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Banyuurip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro.
“Saya dan anggota sering melakukan kegiatan bertemu langsung petani, dan ikut memanen padi,” kata Kapolsek Gayam, AKP Harjo, kepada Suarabanyuurip.com, Senin (25/2/2019).
Kegiatan nyata kelapangan yang dilakukan dengan ikut merontokkan padi di sawah dengan petani agar polisi semakin lebih dekat dengan rakyat. Sehingga dapat menampung langsung aspirasi masyarakat apa saja yang menjadi keluhan untuk dicarikan solusinya.
“Dengan cara-cara tahu langsung maka kami akan semakin bisa memberikan pengayoman, untuk terciptanya kondisi keamanan, ketertiban yang lancar, dan baik sesuai harapan,” ujar pria humanis ini.
AKP Harjo berpesan, masyarakat tidak perlu punya pemikiran takut terhadap Polisi jika ada suatu hal yang perlu disampaikan atau dikoordinasikan. Dengan catatan tujuannya kebaikan, dan tidak memecah belah masyarakat.
“Kami selalu terbuka dan siap melayani masyarakat jadi tidak perlu takut,” imbuhnya.
Terpisah salah satu petani, Edi mengaku, sangat senang pihak kepolisian turun langsung menemui masyarakat. Sehingga image yang berkembang selama ini polisi ditakuti masyarakat adalah tidak benar. Selain itu juga dapat mengetahui secara langsung perkembangan apa saja yang ada di wilayah hukumnya.
“Terima kasih Pak Kapolsek Gayam AKP Harjo sering turun langsung ke masyarakat, bahkan sampai sudi ikut ngedos (merontokkan padi) di sawah. Semoga hal tersebut dapat ditiru yang lainnya,” sambung warga Desa Mojodelik ini.(sam)