Terserang DB, Dua Warga Blora Meninggal

Dinkes Blora Fogging

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Penyakit Demam Berdarah (DB) tak bisa dipandang remeh, karena butuh penangan serius bagi penderita. Jika terlambat penangannya maka nyawa yang musti akan jadi taruhannya.

Seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, hingga bulan Februari 2019 terhitung sudah dua anak meninggal dunia akibat serangan DB.

“Keduanya yang meninggal masih anak-anak berumur dibawah 15 tahun,” ujar Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit, Dinas Kesehatan Blora, Sutik, kepada Suarabanyuurip.com, Jumat (01/03/2019).

Kedua korban meninggal berasal dari Kecamatan Japah dan Kecamatan Kedungtuban. Namun meniggalnya tidak di Blora. Untuk yang dari Kedungtuban meninggal di Rumah Sakit Bojonegoro, dan dari Japah meninggal di Rumah Sakit Rembang.

Penyebabnya sendiri lanjut Sutik, ditengarai karena keterlambatan orang tua saat merujuk anaknya ke fasilitas kesehatan. Sehingga saat ditangani sudah dalam kondisi parah.

Lebih lanjut Sutik menjelaskan, selama Januari hingga Minggu ketiga Februari sudah ada 130 orang menjadi korban nyamuk Aedes Aegypti.

Tingginya DB saat ini, kata dia, paling banyak adalah di Blora kota sebanyak, 35 penderita, di Jepon 19 penderita, Cepu 11 penderita, Randublatung 15 penderita dan Banjarejo 12 penderita.

Baca Juga :   Dikeroyok Usai Dugem di Tempat Karaoke

“Selebihnya di kecamatan lain,” ujarnya.

Sutik menyarakan, supaya warga melakukan penebaran abate (abatisasi) dan pemberantasan sarang nyamuk. Sedangkan fogging, hanya membunuh nyamuk dewasa. Setelah fogging hari pertama nyamuk memang akan mati, tapi keesokan paginya sudah dipastikan akan banyak lagi.

Meski nyamuk dewasa mati jentik dari nyamuk Aydes Aegipty tidak mati padahal di dalam jentik sudah ada yang membawa virus dengue. Itu menimbulkan efek resisten terhadap nyamuk itu sendiri. Sementara biaya fogging untuk satu titik cukup mahal. Bisa menghabiskan dana Rp1.800.000 sampai Rp2.000.000.

“Tindakan yang tepat itu adalah pemberantasan sarang nyamuk,” pungkasnya.(Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *