SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan jika beberapa titik lahan serapan air di wilayah kota di Bojonegoro telah beralih fungsi.
“Banyak yang menjadi perumahan, pertokoan, dan kantor,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia, kepada Suarabanyuurip.com, Rabu (6/3/2019).Â
Alih fungsi inilah yang menyebabkan beberapa jalan protokol dan rumah warga sering terendam air apabila hujan turun terlebih berlangsung lama.Â
Banjir bandang di sejumlah kecamatan di wilayah selatan Bojonegoro juga disebabkan adanya alih fungsi lahan di hutan menjadi perkebunan oleh warga. Selain itu juga akibat pendangkalan sungai.
“Penyerapan air hujan tidak bisa maksimal sehingga terjadi banjir dan longsor,” ujarnya.Â
Tercatat, ada 7 kecamatan yang terdampak banjir luapan sungai diantaranya Kecamatan Kapas di Desa Wedi, Sembung dan Kalianyar; Kecamatan Sukosewu di Desa Jumput; dan Kecamatan Bojonegoro di Desa Pacul dan Sukorejo.
Kemudian Kecamatan Dander meliputi Desa Sumberarum dan Ngumpakdalem; Kecamatan Kalitidu, Desa Ngujo; Kecamatan Kepohbaru dan Kecamatan Temayang di Desa Kedungsumber.
Sementara untuk lahan pertanian, pihaknya belum menerima data kongkrit dari lapangan berapa sawah yang terendam air atau rusak akibat banjir beserta total kerugian material dan non material.Â
“Kita belum menghitung total kerugian banjir serta kerusakan lahan pertanian,” tandasnya.Â
Wanita berhijab ini mengungkapkan, Bupati Bojonegoro telah menetapkan status darurat bencana banjir dan tanah longsor sejak November 2018 hingga April 2019 mendatang.
Penetapan darurat bencana dikeluarkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati tentang status darurat banjir saat ada bencana yang berpotensi terhadap masyarakat.
“Salah satunya menghabat perekonomian masyarakat, maupun mengancam keselamatan warga.,’ tegasnya.
BPBD Bojonegoro telah menganggarkan dana kebencanaan di APBD 2019 sebesar kurang lebih Rp2 miliar. Anggaran tersebut untuk paket sembako, bronjong, terpal, sak, pasir, perahu karet, dan bantuan lainnya.(rien)