62 Ha Sawah dan 33 KK Sekitar Migas Sukowati Terdampak Banjir

62 Ha Sawah dan 33 KK Sekitar Migas Sukowati Terdampak Banjir

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Banjir luapan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah surut. Namun dampak amukan sungai terpanjang di Paulau Jawa itu masih dirasakan masyarakat, salah satunya di Desa Sambiroto, Kecamatan Kapas, ring satu Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban.

Kepala Desa Sambiroto, Sudjono, menjelaskan, dari hasil pendataan yang dilakukan terdapat 33 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Selain itu akses jalan berpondasi paving sepanjang 300 meter, dan jebolnya tanggul yang membuat air meluber. 

Banjir yang terjadi pekan lalu itu juga merendam lahan pertanian seluas 62 hektar (Ha). Dengan usia tanaman padi rata-rata baru dua sampai tiga bulan,.

“Untuk kerugiannya masih kita hitung,” tegasnya kepada suarabanyuurip.com, Senin (11/3/2019).

Sementara itu, data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, ada 48 desa di 10 kecamatan terdampak banjir luapan Bengawan Solo. Banjir merendam pekarangan, lahan persawahan, gedung sekolah dan fasilitas umum. meski sekarang ini, berangsur surut. 

Sepuluh kecamatan yang terdampak banjir yakni, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, Trucuk, Balen, Kanor, Dander, Padangan, Ngraho, Baureno dan Kecamatan Kapas.

Baca Juga :   Salurkan Santunan Melalui Dua Kantor Cabang

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro, Nadif Ulfia, mengimbau, masyarakat yang berada di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo Bojonegoro agar meningkatkan kewaspadaan, meskipun untuk saat ini kondisi Bengawan Solo pada posisi di bawah siaga dengan trend turun. 

“Tetap waspada,” tegasnya.

Pada pukul 06.00 Wib, ketinggan air di Karangnongko 23.18 peilschall, dan Bojonegoro 9.58 peilschall.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *