Pertamina EP Berharap Pemkab Bojonegoro Bantu Proses Perizinan

Bupati Anna dan Pertamina EP Asset 4

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Bojonegoro – President Director PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, beserta Pimpinan Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam, lakukan audiensi dengan Bupati Bojonegoro, Jawa Timur, Anna Muawanah, Kamis (21/3/2019).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut Asset 4 General Manager Agus Amperianto, VP Legal Relation Edy Sunaedy, Kepala SKK Migas Jabanusa Ali Mahsyar, dan Assisten Dua Pemkab Bojonegoro, Setyo Yuliono.

President Director PT Pertamina EP, Nanang Abdul Manaf, menyampaikan, bupati mengharapkan dukungan dari kegiatan dan partisipasi perusahaan Migas di Bojonegoro.

Untuk membantu meningkatkan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bojonegoro melalui program – program yang memiliki dampak luas terhadap pengembangan daerah.

“Serta upaya mensejahterakan masyarakat lokal,” kata Nanang Abdul Manaf, dalam keterangan tertulis yang diterima Suarabanyuurip.com, Jumat (22/3/2019).

Dia menambahkan, terkait dukungan perusahaan terhadap pemerintah setempat  tidak perlu diragukan. Mengingat, Pertamina EP memang memiliki visi dan misi untuk tumbuh bersama lingkungan di daerah operasi dan memberikan nilai tambah bagi stakeholders. Sehingga, dirinya memohon Pemkab Bojonegoro juga bisa membantu penyelesaian proses perizinan yang merupakan aspek pemenuhan legalitas untuk melanjutkan kegiatan operasi.

Baca Juga :   Produksi Puncak Blok Cepu Ditarget Kuartal I 2014

“Izin kami terkait kelangsungan operasi mudah-mudahan tidak tertahan karena proses formalitas perizinan tersebut. Sehingga kegiatan operasi dan pencapaian target produksi bisa tercapai. Sehingga akan bisa menyumbangkan tambahan PAD bagi Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.

Sementara, Kepala SKK Migas Jabanusa, Ali Mahsyar, menjelaskan, bahwa prinsipnya SKK Migas dan KKKS pasti akan berkontribusi terhadap pemerintah daerah. Bahkan untuk Bojonegoro, kata dia, Dana Bagi Hasil Migas per tahun bisa mendapatkan sekira Rp2,7 Triliun.

“Hari ini SKK Migas dan KKKS diwilayah Bojonegoro turut hadir dalam Musrenbang Bojonegoro 2020. Tentu akan kami perhatikan dan coba sinkronkan program-program CSR kami dengan rencana Pemerintah Daerah.  Selama sesuai dengan prosedur yang berlaku,” jelas Ali sapaan akrabnya dalam kesempatan tersebut.

Komisi-VII DPR RI, Ridwan Hisjam, menyebutkan, bahwa target lifting migas akan bisa tercapai apabila program kerja Pertamina EP berjalan sesuai jadwal dan tepat waktu. Komisi VII DPR RI dalam hal ini tetap mendukung Pertamina.

“Kami merasa perlu untuk mengingatkan diperlukannya penguatan sinergi dan dukungan dari Pemkab Bojonegoro. Agar produksi dan target lifting migas dari Pertamina benar-benar bisa dicapai,” tegas Ridwan.

Baca Juga :   PT BBS Ditarget Setor Deviden Rp1,5 Miliar di Tahun 2020

Setelah pertemuan dengan Bupati Bojonegoro, Nanang Abdul Manaf mengajak diskusi rekan pekerja dari Asset 4, Sukowati Field dan Cepu Field terkait strategi perusahaan mulai dari perencanaan rencana kegiatan hingga eksekusinya.

“Proses bisnis perusahaan kita ini sifatnya Sequencial. Dimana setiap tahapan itu saling terkait. Legal & Relation dalam hal ini merupakan ujung tombak dari tahapan demi tahapan perencanaan perijinan hingga ke proses bisnis selanjutnya,” kata dia.

Proses perizinan, lanjut Nanang, harusnya didukung dengan sinergi dari berbagai macam pemangku kepentingan. Maka, perlu didahulukan pendekatan kehumasan, komunikasi yang baik dan pembinaan hubungan baik dengan Stakeholder.

Lebih lanjut dia menekankan, pentingnya untuk meningkatkan sinergi serta dukungan direksi pusat terhadap program engagement dengan stakeholder.

“Kami di jajaran direksi siap untuk memberi support untuk semua yang dibutuhkan oleh tim di lapangan,” pungkas Nanang.(ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *