SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Blora, Jawa Tengah, berhasil meningkatkan aset selama empat tahun berturut-turut. Di mulai tahun 2015 sampai 2018.
“Dalam empat tahun terakhir, aset PD BPR Blora terus mengalami peningkatan signifikan,” ungkap Direktur Utama PD BPR Blora, Arief Syamsuhuda, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Suarabanyuurip.com, Jumat (22/3/2019).
Rinciannya pada Tahun 2015 asetnya senilai Rp30,9 miliar. Berikutnya tahun 2016 naik menjadi Rp 36,2 miliar, lalu naik lagi menjadi Rp 38,6 miliar pada tahun 2017, dan 2018 melejit sampai Rp 51,7 miliar.
Dengan adanya peningkatan aset ini, pihaknya berharap bisa semakin banyak pinjaman yang diberikan kepada masyarakat. Sehingga perekonomian bisa terdongkrak.
“hususnya untuk sektor Usaha Kecil Menengah,” imbuhnya.
Sementara, Bupati Blora, Djoko Nugroho, meminta seluruh jajaran direksi PD BPR Blora, untuk terus melakukan inovasi agar pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.
“Bank itu ada tingkatannya. PD BPR ini yang paling bawah mengurusi masyarakat kecil. Harus terus berinovasi agar masyarakat lebih tertarik menabung,” kata dia.
Terlebih, lanjut bupati, PD BPR ini murni milik Pemerintah Kabupaten Blora. Tidak hanya berburu keuntungan saja, namun juga menguntungkan nasabahnya.
Bupati juga menyampaikan agar wilayah Blora jangan disamakan dengan Pati, Kudus dan Sragen, yang sejak lama dilalui jalan nasional sehingga perekonomiannya bagus.
Berbeda dengan Blora, karena masih merangkak sehingga karakter dan pola pikir masyarakat dalam mengembangkan ekonominya masih perlu penyesuaian. Apalagi Blora baru tiga tahun punya jalan nasional sehingga transformasi ekonomi mulai bergerak.
“Meski baru tiga tahun punya jalan nasional, harapan kami dapat memajukan ekonomi masyarakat,†ujar bupati.
Kokok, sapaan akrab Bupati Djoko Nugroho, juga meminta PD BPR untuk menurunkan suku bunga pinjaman agar lebih bersahabat dengan masyarakat bawah.
“Bunga pinjaman jangan tinggi-tinggi, jangan seperti Bank lain. Kita harus lebih bersahabat dengan masyarakat. Karena masyarakat membutuhkan kita untuk bangkit dan meningkatkan kesejahteraannya,†tandasnya.(Ams)