SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Biaya tes yang dibebankan kepada tenaga kerja unskill (kasar) di Lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban, mendapat sorotan masyarakat ring satu Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Biaya tersebut dinilai tidak sebanding dengan pekerjaan yang mereka kerjakan.
Tokoh masyarakat Desa Ngampel, Pamuji menyayangkan besarnya biaya tes yang dikenakan pekerja kasar. Biaya itu untuk berbagai macam tes termasuk tes kesehatan. Besarannya tiap orang dibebani Rp900.000 sampai Rp1.000.000.Â
“Nilai segitu ya mahal. Kan ini hanya untuk tenaga kasar,” ujarnya kepada suarabanyuurip.com beberapa waktu lalu.
Beban biaya tersebut dinilai tidak sebanding dengan pekerjaan yang diberikan oleh sub kontraktor Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field. Selain kontrak kerja hanya beberapa bulan, gaji yang diterima belum sesuai Upah Minimum Kabupaten (UMK).Â
“Kasihan itu, warga yang mau kerja harus dibebani tes ini dan itu, tambah biayanya juga mahal,” tandasnya.Â
Pihaknya meminta agar Pertamina Asset 4 dan kontraktornya memberi keringanan biaya atau kemudahan untuk bekerja.
“Kecuali jika masa kerja maupun gaji mereka sesuai,” pungkasnya.Â
Menanggapi hal itu, Public Relations Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field, Angga Aria, menyampaikan telah memberi kelonggaran kepada beberapa tenaga kerja kasar yang nilai pekerjaan dan resiko pekerjaannya rendah. Mereka cukup memberikan surat keterangan kesehatan dari Puskesmas.
“Kalau bicara kegiatannya, jika memiliki resiko tinggi meski unskill seperti buruh bangunan, wajib melalui proses medical chec up di Cepu,” tandasnya.
Angga, sapaan akrabnya menegaskan, untuk prosedur keselamatan wajib diikuti semua pekerja melalui vendor atau kontraktor.
“Karena itu merupakan standart aspek keselamatan dari Pertamina EP Asset 4,” pungkasnya. (rien)