SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro -Â Perusahaan bahan kimia atau chemical asal Swiss Clariant Indonesia akan terus mengembangkan sayap bisnisnya di wilayah Jawa Timur pasca melakukan pembukaan perdana fasilitas penampungan bahan kimia di Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, beberapa waktu lalu.
Meskipun saat ini mitra Clariant Indonesia adalah operator Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), namun tidak menutup kemungkinan juga akan membidik mitra lainnya.
Country Head of BL Oil Services Clariant Bisnis Unit Oil and Mining Services, Istiyarso, mengatakan, kedepan peluang bisnis yang akan dibidik adalah Grass Root Refinery (GRR) Tuban yang merupakan perusahaan patungan antara Pertamina dengan Rosneft asal Rusia.
“Kami melihat, banyak perusahaan minyak yang potensial untuk dijadikan mitra,” ujarnya saat pers conference usai peresmian fasilitas di Desa Cengungklung, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Rabu (20/3/2019).
Di singgung akan bermitra dengan operator Lapangan Unitisasi Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) oleh Pertamina EP Cepu (PEPC), Clariant mengaku belum menentukan sikap.
“Belum ya, kita belum bisa memastikan apakah juga akan bermitra dengan mereka,” tandasnya.
Untuk diketahui, fasilitas penampungan bahan kimia setiap bulannya mengirimkan sebanyak 400 ton bahan kimia yang digunakan untuk memisahkan minyak mentah dan material lainnya dari mulut sumur Lapangan Banyu Urip yang berpusat di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur.(rien)