SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Hujan lebat yang mengguyur wilayah Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, selama hampir 2 jam mengakibatkan banjir, Kamis (28/3/2019). Sejumlah titik jalur utama di wilayah tersebut dikepung banjir.
Air menggenangi ruas jalan hingga lutut orang dewasa. Arus lalu lintas terhambat. Â
Lokasi yang digenangi air hujan diantaranya kawasan jalan Ngareng, Jalan Gajah Mada, Jalan Cepu-Randublatung turut Desa Mulyorejo, Kawasan Taman Seribu Lampu hingga masuk perakampunngan warga, kawasan Tukbuntung, Taman Siswa, serta kawasan lokalisasi Nglebok.Â
Ali Mustofa, warga Cepu, menuturkan, banjir disebabkan hujan lebat yang mengakibatkan debit air tidak bisa ditampung sungai kecil sekitar Cepu.
“Sehingga air meluber hingga jalan dan perkampungan,†kata dia, Kamis (28/3/2019) sore.Â
Hujan deras mulai turun menjelang adzan Asar hingga pukul 16.30 WIB.
“Warga terpaksa harus berhenti atau putar arah untuk mencari jalur alternatif,†ucapnya.Â
Di beberapa titik, kata dia, aliran air cukup deras. Dicontohkan di Kawasan Taman Seribu Lampu.
“Air dari kali belakang pemukiman warga, jalan RSU mengalir deras hingga ke jalan Ronggolawe dan masuk di pemukiman Balun Kesehatan,†ungkapnya.Â
Pantauan di lapangan, rata-rata ketinggian air mencapai lutut kaki. Di lokasi lainnya ketinggian air hingga mencapai paha orang dewasa.
Tim Respon Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Agung Tri mengaku telah melakukan antisipasi sejak terjadinya hujan deras. Penjagaan dilakukan di wilayah yang dianggap rawan.
“Di Jalan Ngareng, sejumlah rumah warga sudah digenangi air,†sambungnya dikonfirmasi terpisah.Â
Dirinya mengaku sempat membantu evakuasi seorang nenek tua yang lumpuh untuk dibawa ke tempat yang lebih aman.
“Masih banyak lokasi yang belum termonitor. Kami masih melalukan pemantauan,†pungkasnya.
Belum diketahui secara pasti berapa jumlah rumah tergenang akibat banjir. TRC BPBD Blora masih fokus melakukan evakuasi.(ams)Â