SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan, kontraktor pelaksana proyek Jambaran-Tiung Biru (JTB), PT Rekayasa Industri (Rekind) akan menggunakan beberapa jembatan besar di wilayah Bojonegoro untuk transportasi alat berat.
“Kami sudah melakukan rapat awal terkait rencana pemanfaatan jembatan tersebut,” kata Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang, Nur Sudjito, melalui Kabid Jalan, Erick, kepada Suarabanyuurip.com. Kamis (28/3/2019).
Rapat yang dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu dihadiri oleh Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWS), Universitas, dan Dinas PU Bina Marga Tata Ruang itu menyebutkan, jika PT Rekind mengajukan permohonan rekomendasi tekhnis atas izin penggunaan sumber daya air untuk kegiatan pembangunan perkuatan jembatan.
“Rencananya, Rekind akan melakukan penguatan jembatan supaya tidak ambrol saat dilewati alat berat,” ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan jembatan-jembatan tersebut belum ditentukan waktunya. Karena, masih akan ada rapat lanjutan lagi.
Di konfirmasi terpisah, General Manager PT Rekind, Zaenal Arifin, membenarkan adanya pemanfaatan jembatan untuk alat transportasi sebagai salah satu aktivitas proyek di JTB.
“Kalau untuk pemanfaatannya sendiri masih bulan Oktober 2019 mendatang,” ujarnya.
Ada lima lokasi jembatan yang nantinya akan digunakan sebagai jalur transportasi proyek JTB. Diantaranya di Kecamatan Baureno, Balen, Kapas, dan Bojonegoro.
“Kami sampai saat ini masih harus melengkapi semua data tambahan yang dibutuhkan untuk mendapatkan rekomendasi dari BBWS Solo dan pemkab setempat,” pungkasnya.(rien)