SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM mendorong pengembangan jaringan gas atau jargas rumah tangga di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Sekretaris Jendral Kementerian ESDM Ego Syahrial, mengatakan, pengembangan jargas ini bisa mengurangi subsidi elpiji 3 kg. Karena harga gas melalui jargas lebih murah daripada elpiji 3 Kg.
“Yang jelas, akan berdampak besar pada pengurangan subsidi. Idealnya sekarang ini masyarakat sudah tidak lagi pakai elpiji 3 Kg,†kata Ego kepada suarabanyuurip.com di sela-sela meresmikan Migas Cepu Edupark (MC Edupark) Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas), Minggu (31/3/2019) kemarin.
Pembangunan jargas di Kabupaten Blora tahun 2013 lalu sebanyak 4.000 sambungan rumah. Namun sampai sekarang ini belum optimal. Jargas baru aktif di wilayah Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, tidak lebih dari 700 sambungan rumah di tahun 2018 lalu.
Sesuai rencana awal, 4.000 jaringan tersebut disebar di beberapa desa, diantaranya Desa Sumber dan Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan; Desa Pulo, Desa Kemantren, Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban; dan Desa Kapuan, Kecamatan Cepu.
 “Akan kami kembalikan menjadi 4.000 lagi,†tandas Ego.
Dalam waktu dekat Kementerian ESDM akan memprioritaskan Blora untuk memperoleh jatah jargas dari program sejuta jargas. Namun masih menunggu penerbitan regulasi.
Program sejuta jargas akan dilakukan secara bertahap karena terkendala anggaran. Â
“Akan dituangkan dalam Perpres. Saat ini menunggu,†katanya.Â
Pihaknya mengaku masih memperjuangkan agar wilayah di Kabupaten Blora dibagun jargas. Karena baik Blora maupun Cepu sudah bisa dilalui jarigan gas.
“Terus kita dorong. Tinggal masalah anggaran,†pungkasnya.(ams)Â