Industri Migas Ditarget Dongkrak PAD Bojonegoro Rp1 Triliun

Industri Migas Ditarget Dongkrak PAD Bojonegoro Rp1 Triliun

SuaraBanyuurip.com - Ririn Wedia

Bojonegoro – Industri migas di Bojonegoro, Jawa Timur, telah menjadi lokomotif sumber pendapatan daerah setempat. Ditargetkan pendapatan asli daerah (PAD) bisa meningkat menjadi Rp1 triliun. 

“Saya minta dukungan, bagaimana caranya PAD Bojonegoro bisa mendekati Rp 1 triliun dalam setahun ini. Peningkatan PAD ini menjadi prioritas saya,” ujar Bupati Anna Muawanah saat bertemu SKK Migas, President Director PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf, bersama Pimpinan Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam di rumah dinas bupati, beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal itu, Nanang Abdul Manaf berharap agar perijinan yang berhubungan dengan kelangsungan operasi tidak tertahan karena proses formalitas. Karena kelancaran kegiatan operasi sangat berpengaruh pada pencapaian target produksi.

“Bila itu tercapai, tentu akan ada investasi, membuka lapangan kerja dan tentu akan bisa menyumbangkan tambahan PAD Kabupaten Bojonegoro lewat perputaran perekonomian,” ujarnya.

Untuk diketahui, Bojonegoro sekarang ini menjadi tulang punggung penghasil migas nasional. Produksi minyak Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu, dyang dikelola Exxon Mobil Cepu, Limited (EMCL) menyumbang 210.000 barel minyak per hari.

Baca Juga :   Konsumsi Solar Subsidi di Bojonegoro Tergolong Tinggi

Produksi tersebut di luar produksi minyak dari Lapangan Sukowati, Blok Tuban dan Lapangan Sumur Tua Wonocolo.

Besarnya produksi minyak yang disumbangkan ini Bojonegoro mendapat Dana Bagi Hasil (DBH) migas lebih dari Rp 2,7 triliun pada tahun 2018. Dengan besaran APBD hampir Rp5 triliun. 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *