Pendukung Jokowi dan Prabowo Saling Lapor Polisi

Pendukung Jokowi dan Prabowo Saling Lapor Polisi

SuaraBanyuurip.com - Ahmad Sampurno

Blora – Persoalan keluarga memicu terjadinya perseteruan antara pendukng Capres Joko Widodo atau Jokowi dengan Capres Prabowo Subianto di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Mereka saling lapor ke polisi.

Perseteruan tersebut terjadi antara Ketua DPC Partai Gerindra Blora, Yulianto, dengan pihak keluarga Ketua DPD Partai Nasdem, Sri Sudarmini.

Keduannya membuat laporan ke Polres Blora pada tanggal (2/4/2019), dan tanggal (4/4/2019). 

Perseteruan dipicu persoalan harta gono-gini setelah Dani Berliana, putri Ketua Nasdem Sri Sudarmini bercerai dengan Yulianto Ketua DPC Gerindra. 

Sampai saat ini, terkait harta gono-gini itu belum terselesaikan. Masih menunggu eksekusi dari Pengadilan Agama Blora.

Pelaporan ke pihak kepolisan dimulai dari Dani Berliana, putri Ketua DPD Nasdem, Sri Sudarmini, pada Senin (2/4/2019) lalu. Setelah terjadinya pengembokan gerbang rumah milik Dhanik, sapaan putri Ketua Nasdem. Rumah tersebut dulu ditempati Yulianto, Ketua DPC Gerindra ketika keduanya masih sah menjadi suami istri.

Ketua DPD Partai Nasdem Blora, Sri Sudarmini mengatakan, anaknya melaporkan Yulianto karena kasus pencurian. 

“Mbak Dhanik yang melaporkan, kayaknya tentang pencurian,”ujarnya kepada suarabanyuurip.com, Jumat (5/4/2019).

Dia menyebut Yulianto telah mengambil laptop milik karyawan dan menjebol gerbang serta mengantinya dengan gembok baru Selasa (3/4/2019) lalu. 

Baca Juga :   Sarasehan Paska Pilkada, Paslon Terpilih Tak Hadir

Akibat perbuatan Yulianto, Mimin-sapaan akrab Sri Sudarmini, mengaku tidak bisa melakukan apa-apa. Sebelumnya, Yulianto juga sempat meminta uang sebesar Rp 1,2 miliar kepada mantan istrinya.

“Dia tempatkan truk kointainer persis di depan rumah. Ini sudah salah satu bentuk pemerasan,” ucapnya.

Tidak terima dilaporkan ke polisi, Yulianto, kemarin (4/4/2019), melaporkan balik Sri Sudarmini. Dengan tuduhan ancaman dan intimidasi.

Dugaan kekerasan dan ancaman itu dilakukan Gagat, putra Sri Sudarmini yang membawa massa di depan rumah Yulianto di Desa Keser.

“Mereka sudah mengintimidasi saya. Keselamatan saya sudah terancam,” tadasnya dikonfirmasi terpisah saat memberikan klarifikasi kepada wartawan.

Yulianto menegaskan jika yang disampaikan mantan mertuanya-Sri Sudarmini, Ketua Partai Nasdem-tidak benar.

“Saya tidak mencuri laptop. Laporan itu sudah saya klarifikasi,” ucapnya.

Dijelaskan, laptop tersebut bukan dicuri, tapi dia ambil. Barang elektronik tersebut milik perusahaan elpiji yang direkturnya adalah dirinya. Hanya saja perusahaan itu sekarang sekarang dikelola oleh Dhanik.

 “Laptopnya saya amankan di kantor saya,” ujarnya.

Yulianto juga menampik jika dituduh meminta uang sebesar Rp 1,2 miliar kepada Dhanik. Dirinya hanya ingin mengamankan aset gono-gini sebesar Rp50 miliar yang saat ini masih menunggu proses eksekusi.

Baca Juga :   Mensesneg Pratikno Terima 300 Mobil Listrik dari Wuling Motors untuk Dukung KTT G20

“Agar tidak ada niat untuk menghilangkan atau memanipulasi aset selama proses eksekusi,” tuturnya.

Apa yang terjadi antara dirinya denhan Sri Sudarmini ini,  tambah Yulianto, adalah murni masalah keluarga. 

”Masalah ini murni atas masalah konflik pribadi. Bukan partai,” tegasnya. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *