Petani Sekitar Lapangan Sukowati Tidak Asuransikan Pertanian

Sawah tergenang air

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan, jika wilayah sekitar Lapangan Sukowati, Blok Tuban, menjadi langganan banjir setiap tahunnya. Lahan pertanian termasuk menjadi sasaran dampak dari bencana banjir.

“Petani disini sudah terbisa merugi jika banjir tiba,” kata Kepala Desa Ngampel, Pujianto, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (6/4/2019).

Dari total 60 hektar sebagian besar rusak akibat terendam air banjir dan gagal panen. Ada sekira Rp120 Juta kerugiaan materiil yang ditanggung petani.

“Petani disini tidak ada yang mengasuransikan pertaniannya di Dinas Pendidikan,” ungkapnya.

Hal ini dikarenakan, persyaratan untuk mendapat asuransi yang ditawarkan Pemkab Bojonegoro sejak tahun 2017 silam dinilai rumit dan harus melalui prosedur panjang.

“Jadi ya dibiarkan mati sampai musim penghujan lewat,” tukasnya.

Terpisah, Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro, Zaenal Fanani, mengatakan, total ada 14.452 hektar lahan pertanian yang diikutkan  Asuransi Usaha Tani Padi.

“Petani yang ikut asuransi itu tersebar di 7 kecamatan, yakni Kecamatan Kapas, Dander, Kalitidu, Gayam, Ngraho, Sumberrejo dan Tambakrejo,” ungkapnya.

Baca Juga :   Jalan Sementara Dekat Kampung Tunnel Ditutup Warga

Asuransi petani dinilai tidak rumit dan membantu para petani jika mengalami kerugian atau gagal panen. Program ini dilakukan oleh PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo.

“Kalau di Kecamatan Kapas, ada di Desa Sambiroto saja yang mengasuransikan pertaniannya,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *