SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Jalan utama menuju lokasi proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB), turut Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tepatnya di sebelah Selatan Kantor Kecamatan Gayam kembali memakan korban.
Mobil avanza warna hitam bernopol B 1744 SQH yang diketahui dikemudikan Ditya Septyardy M, terperosok di parit jalan yang biasa disebut jalan Kampak Mati, Kamis (11/4/2019). Beruntung dalam kecelakaan tunggal tersebut tidak ada korban jiwa.
Pengemudi  Avanza, Ditya Septyardy M menjelaskan, insiden bermula saat hendak bersimpangan dengan kendaraan roda empat dari arah berlawanan dan bermaksud untuk memberikan celah lewat. Namun karena kondisi hujan dan mengambil haluan terlalu minggir keluar badan jalan langsung tergelincir di parit.
“Jalannya lumayan sempit, saya terlalu minggir dan kondisi licin jadinya tidak bisa mengembalikan ke badan jalan dan langsung tergelincir keluar jalan. Alhamdulillah saya tidak apa-apa, tidak terluka,†kata warga Nangsari Lor, RT/RW 02/04, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah, kepada Suarabanyuurip.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kapolsek Gayam, AKP Harjo, mengungkapkan, setelah mendapatkan informas langsung melakukan pengecekan di TKP, dan sekaligus mengatur arus lalu lintas agar tidak terganggu. Mengingat kondisi arus poros Gayam-Kalitidu lumayan padat. Selain warga juga kendaraan proyek JTB yang keluar masuk untuk beraktivitas.
“Arus lalu lintas tetap lancar. Sedangkan untuk Avanza yang terperosok tidak butuh waktu lama langsung dievakuasi,†ujar Kapolsek Harjo.
Pria ramah ini berharap, bagi para pengemudi perlu berhati-hati dan memiliki kesadaran dengan adanya jalan sempit dan tidak ada bahu jalan. Maka harus ada yang mengalah untuk berhenti saat berpapasan dari arah berlawanan dengan kendaraan roda empat. Terutama dump truck, tronton, bus, dan lainnya.
“Polsek Gayam siap melayani yang terbaik buat masyarakat demi terciptanya kamtibmas,†imbuh AKP Harjo.
Informasi yang dihimpun Suarabanyuurip.com, sejak memasuki tahun 2019 lebih dari lima kali laka kendaraan roda empat di jalan Kampak Mati tersebut. Namun dari total kejadian itu tidak ada korban jiwa maupun luka berat. Hanya terjadi kerusakan pada kendaraan saja. (sam)