Operator SPBU Sawunggaling Berkebaya Layani Pembeli

Operator SPBU Berkebaya hari kartini

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro – Banyak cara untuk memperingati hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April. Petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang biasanya menggunakan pakaian warna merah, kini rela sedikit ribet dengan menggunakan pakaian kebaya dalam melayani pembeli.

Dimana pakaian itu merupakan pakaian khas yang sering digunakan oleh Kartini pada zamannya. Hal ini seperti dilakukan oleh operator SPBU Sawunggaling, Kelurahan Karangpacar, Kecamatan Bojonegoro, Jawa Timur.

Rencananya petugas SPBU akan menggunakan pakaian kebaya sampai sore nanti. Banyak di antara pengunjung yang senyum-senyum dan ada yang heran karena tidak semua ingat hari ini adalah Hari Kartini.

Pengawas SPBU Sawunggaling, Mujib (34), mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kepada pahlawan nasional yang menjadikan wanita-wanita Indonesia bisa berkarya dan berprestasi.

“Jadi, mulai nge trend operator wanita di SPBU sekarang ini sejak tiga tahun yang lalu,” tukasnya.

Ada 10 karyawan SPBU di Sawunggaling, 6 wanita dan sisanya laki-laki. Mereka bekerja bergantian dan digaji sesuai UMK Bojonegoro sebesar Rp1.800.000 per bulan.

Baca Juga :   Gantikan AKBP Muhammad, AKBP Rogib Triyanto Jabat Kapolres Bojonegoro

“Untuk bekerja sebagai operator, mereka harus memiliki sertifikasi APAR dan skill lainnya,” tandasnya.

Salah satu operator Annisa (20) mengatakan, sudah satu tahun bekerja di SPBU Sawunggaling bersama temannya. Meski pada awalnya hanya coba-coba, namun ternyata mudah dijalani dan mendapatkan pelatihan serta sertifikasi gratis dari perusahaan.

“Mudah, hanya isi BBM saja dan bisa antisipasi serta mampu menangani kebakaran,” tegasnya.

Meskipun terbilang mudah, namun jadi operator SPBU juga ada dukanya. Selain lelah karena harus berdiri berjam-jam melayani konsumen, juga harus sabar jika ada konsumen yang membentak atau tidak sabaran.

“Ya ada suka dan dukanya, tapi senang kalau kerjanya berdiri, melayani, dan digaji layak. Sudah cukup buat saya,” tandasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *