SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Aspek keamanan dan keselamatan dalam bekerja perlu diperhatikan dan dipahami serius oleh operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Maka segala kemungkinan negatif bisa diminimalisir.Â
Kepala Lembaga Sertifikasi Personel, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah, Ali Supriyadi menyampaikan, untuk meminimalisir kemungkinan terjadi personel operator SPBU harus bersertifikasi khusus. Sehingga dapat memberikan kepastian bahwa pegawai sektor Migas mengerti tentang safety (keamanan).
Karena di SPBU yang dikelola adalah Bahan Bakar Minyak (BBM) yang notabene mudah menguap, mudah meledak, dan mudah terbakar.
“Seperti terjadinya kebakaran di SPBU, salah satunya karena safety tidak diperhatikan,” kata Ali Supriyadi, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (25/4/2019).
Selain itu, lanjut dia, juga untuk memastikan operator tidak menyalahgunakan pekerjaannya. Jadi selain aman juga kenyamanan konsumen dengan ketepatan liternya,
“Karena pernah ada dugaan kasus, kalau SPBU menyalahi tera,” ujarnya.
Lebih dari itu, alasan lingkungan hidup juga menjadi alasan utama di sekitar SPBU. “Mulai dari Pengawas, Mekanik maupun operator SPBU,” kata dia.
Sertifikasi juga diatur dalam Peraturan Menteri ESDM nomor 5 tahun 2015 tentang Pemberlakukan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia di bidang kegiatan usaha minyak dan gas bumi (Migas) secara wajib.
PPSDM Migas sendiri, kata dia, sudah beberapa angkatan sertifikasi operator SPBU. Terutama saat dilaksanakannya diklat masyarakat.
“Sehingga pengusaha SPBU tidak perlu jauh-jauh mencari operator yang sudah bersertifikasi,” ungkapnya.
Ketua DPC Hiswana Migas, Suma Novandi, mengaku, sependapat terkait dengan sertifikasi operator SPBU. Tapi kurang tepat sasaran karena operator bukan tenaga ahli/khusus seperti ahli las pipa dan lainnya.
“Menurut saya pribadi sih bagus-bagus aja operator di sertifikasi,” kata Suma.
Secara umum, lanjut dia, operator SPBU di Blora belum bersertifikasi. Karena belum ada sosialisasi terkait hal ini.(ams)