SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Empat Jawa Timur menyelenggarakan acara diseminasi buku pintar keuangan syariah serta pelatihan fiqh muamalah dan sosialisasi lembaga keuangan mikro syariah yang bertempat di Hotel Dewarna, Kamis (2/4/2019).
Acara tersebut, dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri para mubalig dari aisyah di wilayah Bojonegoro Tuban, Lamongan dan kerja acara diseminasi tersebut merupakan salah satu bentuk kegiatan edukasi keuangan syariah yang rutin diselenggarakan setiap tahun.
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat khusunya pada muslimah mengenai konsep bisnis dan keuangan syariah serta implementasinya dalam aktivitas kehidupan sehari hari. Sehingga masyarakat dapat menerapkan prinsip syariah secara kaffah.
Direktur pengawasan Elcco Dua dan Manajemen Strategis OJK Regional Jawa Timur, Mulyanto, mengatakan, bahwa syiar aset perbankan syariah Jawa Timur pada Februari 2019 sebesar 5,382% masih lebih rendah dibandingkan nasional.
Dia mengatakan, jika keuangan syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan terutama di dukung faktor bawah jumlah penduduk muslim di Jawa Timur yang mencapai 90 persen dari total penduduk terdapat lebih dari 6.000 pondok pesantren di Jawa Timur dengan jumlah santri mencapai lebih dari satu juta santri.
Mulyanto menyampaikan, hasil survei indeks literasi dan inklusi keuangan syariah pada 2016 indeks literasi keuangan syariah di Provinsi Jawa Timur terdapat sebesar 29,3 35% tertinggi di seluruh Indonesia mengalahkan Provinsi Aceh yang hanya 20,19%.
“Hal tersebut menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan masyarakat Jawa Timur terhadap layanan keuangan syariah meningkat dan bahkan lebih baik dibandingkan propinsi lainnya,” tegasnya.
Meskipun tingkat literasi masyarakat Jawa Timur terhadap produk dan jasa keuangan syariah sudah tergolong cukup baik namun sebagian besar masih belum menggunakan produk dan layanan keuangan syariah. Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa tingkat literasi serta inklusi perempuan dan khususnya ibu rumah tangga masih tergolong rendah indeks literasi keuangan syariah.(rien)