SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menyebutkan, sudah ada 32 perusahaan yang tergabung dalam SPSI. Jumlah tersebut yang paling besar anggotanya dari perusahaan rokok, kurang lebih 1.000 tenaga kerja. Sedangkan di perusahaan lain anggotanya hanya sekira 300 tenaga kerja.
“Termasuk di perusahaan Migas,” kata Koordinator SPSI Kabupaten Bojonegoro, Sugihanto, kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (4/5/2019).
Saat ini, perusahaan migas yang belum tergabung tenaga kerjanya di SPSI adalah ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) operator Lapangan Banyuurip, Blok Cepu, dan Pertamina EP Cepu (PEPC), operator Lapangan Gas Jambaran-Tiung Biru (JTB).
“Sedangkan perusahaan migas yang sudah tergabung adalah operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban, Pertamina EP Asset 4,” ungkapnya.
Dia mengimbau kepada calon pekerja agar membaca detail perjanjian kerja sebelum menerima kontrak. Sebab, di Bojonegoro permasalahan yang alami pekerja ini banyak yang tidak membaca perjanjian kontrak kerja.
“Jadi himbauannya kedepan, supaya tenaga kerja Bojonegoro baca kontrak kerja dulu, termasuk di proyek JTB,” tegasnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Pemkab Bojonegoro, Agus Supriyanto, mengatakan, pada tahun 2018 ada sengketa tenaga kerja yang ditanganinya sebanyak 10 kasus.
“Sebagian besar mereka tidak membaca perjanjian kontrak kerja terlebih dahulu,”pungkasnya.
Sementara juru bicara dan humas EMCL, Rexy Mawardijaya, dan JTB Site Office and PGA Manager, Kunadi, belum memberikan konfirmasinya terkait hal ini.(rien)