SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, telah melakukan pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahap pertama sebesar 50 persen di seluruh desa termasuk wilayah ring 1 Lapangan Migas Banyu Urip, Blok Cepu, pada April 2019 lalu.
“Untuk ADD di Kecamatan Gayam sudah dicairkan semua senilai Rp7,7 miliar,” kata Kepala BPKAD Ibnu Soeyoeoti, saat ditemui Suarabanyuurip.com dikantornya, Senin (6/5/2019).
Ada 12 Desa di Kecamatan Gayam yang menerima ADD tahap pertama, mulai dari jumlah terkecil di Desa Cengkungklung sebesar Rp476juta, Desa Manukan, Desa Sudu, Ngraho menerima Rp505 juta, Desa Katur menerima sebesar Rp592 juta, Desa Begadon menerima sebesar Rp532 juta, Desa Beged menerima sebesar Rp562 juta, Desa Bonorejo sebesar Rp541 juta, Desa Brabowan menerima sebesar Rp533 juta, dan Desa Ringintunggal Rp522 juta.
Kemudian dua Desa penghasil migas Banyuurip, yakni Desa Gayam dan Mojodelik menerima sebesar Rp1,2 miliar. Dua desa ini menjadi penerima ADD tertinggi di Kabupaten Bojonegoro.
“Itu baru tahap pertama, masih ada tahap kedua dan ketiga nanti. Masing-masing dicairkan 25 persen,” tegasnya.
Sementara ADD di desa ring 1 Lapangan Sukowati, Blok Tuban, yakni Desa Campurejo Kecamatan Bojonegoro, dan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, hanya mendapat Rp381 juta. (rien)