Temukan Kekurangan Volume Liter di Tiga SPBU Blora

SPBU Blora ditera ulang

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditera ulang oleh Pengawas Kemetrologian Jawa Tengah. Petugas menemukan kekurangan volume liter Bahan Bakar Minyak (BBM).

Rata-rata dari SPBU disetiap nozel ada kekurangan 25 sampai 30 mililiter setiap 20 liter. Namun Itu masih dalam batas toleransi oleh Pengawas Kementrologian. Adapun tiga SPBU yang dilakukan uji tera diantaranya,  SPBU Cepu, SPBU Medang, dan SPBU Gabusan.

Pengawas Ahli Madya Kemetrologian, Alpeus Siregar, menjelaskan, penemuan kesalahan ukuran dalam nozel diketahui saat timnya melakukan uji tera di tiga SPBU tersebut menggunakan bejana ukur.

Dengan kesalahan rata-rata sebanyak 30 mililiter itu, menurutnya, tidak menjadi masalah. Sebab, masih batas kesalahan yang diperbolehkan.

“Kesalahan itu maksimal 0,5 persen dari 20 liter. Jika dikonfesikan dari 0,5 persen itu adalah 100 mililiter,” ujarnya.

Sementara, jumlah 0,5 persen itu menjadi batas wajar. Jika lebih dari itu setiap 20 liter, maka sudah menjadi pelanggaran. Jumlah kesalahan itu, kata dia, juga masih dalam batas wajar menurut Pertamina.

Baca Juga :   Siswa SMA di Tuban Corat-Coret Seragam OSIS

“Pertamina juga memiliki batas kesalahan. Mereka batas maksimal bukan 100 mililiter setiap 20 liter, tapi batas wajarnya 60 mililiter,” imbuhnya.

Uji tera sendiri, lanjut Alpeus, memang seharusnya dilakukan setiap tahun. Jika tidak diuji, tidak bisa dipungkiri adanya kesalahan dalam SPBU. Seperti halnya kedatangan tim pengawas, karena adanya laporan dari tim metrologi di Blora.

Penyebabnya adalah adanya laporan indikasi atau keluhan masyarakat. Sehingga perlunya tim terpadu melakukan pengawasan untuk menjamin ukurannya bahan bakar minyak dengan dilakukan tera. Adapun teknis untuk uji tera dilakukan selama tiga kali setiap nozel. Dengan volume nozel yang cepat, sedang dan lambat.

“Ini untuk memastikan takarannya,” jelasnya.

Jika dalam tes tera ada kesalahan, apalagi sampai parah maka akan dilakukan sanksi. Seperti ditemukan modifikasi dalam dispensernya. Sehingga dalam uji tera juga dilakukan pembukaan dispenser untuk melihat apakah ada penambahan alat. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *