Santri Al Alif Diberi Bekal untuk Mandiri

Santri Al Alif Diberi Bekal untuk Mandiri

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Selain diberi bekal keagamaan, Pondok Pesantren (Ponpes) Al Alif di Desa Tamanrejo, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membekali santrinya dengan keterampilan untuk hidup mandiri. 

Sejak berdiri tahun 2006 lalu, ponpes yang diasuh oleh Muhammad Nasir ini, memiliki konsep berbeda. Selain memberi bekal agama untuk akhirat juga memberi bekal kehidupan di dunia, yaitu sebagai santri yang mandiri setelah lulus nanti. Santri diajari membuat kue atau roti, serta cara pemasarannya. 

Ponpes Al Alif semakin berkembang. Pada tahun 2011, mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Jumlah santrinya sekarang sekitar 350 an dari berbagai Daerah.

“Ya, konsep awal mendirikan ponpes adalah membuat para santri setelah lulus nanti bisa mandiri,” kata Nasir saat di temui di Ponpes Al Alif belum lama ini.

Ponpes Al Alif saat ini sudah memiliki tempat sendiri untuk memproduksi kacang open dan bisa memasarkan ke sejumlah toko di Kabupaten Blora.

“Sekarang pondok kami sudah memiliki pabrik open kacang sendiri, ditambah lagi ternak sapi,” tutur Nasir.

Baca Juga :   KKNTK-21 Unigoro Gugah Kesadaran Wisata Masyarakat Klino Jadi Gerbang Pariwisata Bojonegoro

Pabrik open milik Ponpes Al Alif bisa memproduksi tiga ton kacang kulit tiap tiga bulan sekali. Hasilnya dibagi tiga untuk pengurus manajemen, untuk ponpes dan untuk para santri.

Selain di latih mandiri, para santri yang lulus SMK 50% dikuliahkan oleh ponpes. Tapi hanya  bagi mereka yang ingin melanjutkan belajar agama di ponpes tersebut.

“Bagi yang meneruskan belajar agama di ponpes ,kami fasilitasi meneruskan kuliah dan harus menularkan ilmunya kepada santri lainya di ponpes,” pungkas Nasir. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *