SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Pertamina EP Asset 4 menjamin pasokan gas ke Indonesia Power Tambaklorok Semarang tetap aman meskipun pekerjaan pipa gas dari Proyek Sumur NKT 01-TW mengalami keterlambatan. Central Processing Plan (CPP) Blok Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih memproduksi gas sales 50 MMCFD.Â
Produksi gas di CPP Gundih didudukung delapan sumur yang tersebar di Kecamatan Kedungtuban, Randublatung serta Kecamatan Kradenan. Delapan sumur tersebut diantaranya, Randublatung (RBT) ada sumur 1 dan 2, Kedunglusi (KDL) 1, Kedungtuban (KTB) 1, 2, 3, 4 dan KTB 6.
General Manager Pertamina EP Asset 4, Agus Amperianto menjelaskan sekarang ini kontraknya, PT Elnusa tetap menyelesaiakan pipanisasi gas Sumur NKT-01-TW sampai progres plan.
“Pasokan gas ke Indonesia Power tidak ada masalah, apakah selesai atau belum pipa tersebut,” ujar Agus kepada suarabanyuurip.com, Selasa (21/5/2019).
Ditegaskan, PT Elnusa sebagai pelaksana pekerjaan akan dikenakan sanksi atas keterlambatan proyek tersebut.
“Penalty jelas akan kita kenakan,” tandas Agus, sapaan akrabnya.
Sebelumnya, pekerjaan pipa gas dari sumur NKT-01 TW di Desa Bajo, Kecamatan Kedungtuban, menuju Central Processing Plant (CPP) Gundih di Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, ditargetkan selesai pada minggu ketiga Mei 2019. Termasuk flowline atau jaringan pipa yang akan digunakan untuk mendukung kelancaran supply gas CPP Gundih.
Namun hingga hari ini pekerjaan pipa masih berlangsung. Salah satunya di di Desa Wado Kecamatan Kedungtuban, tepat di selatan rel kereta api sebelum setasiun. Serta di tengah areal persawahan, dalam jalur pipa gas.
Belum diketahui secara pasti keterlambatan pekerjaan tersebut. Humas Elnusa, Makmur mengaku belum bisa memberikan informasi.
“Nanti saya infokan dulu ya. Belum kasih info nih,” kata Makmur dikonfirmasi terpisah.(ams)