SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pertamina EP Cepu bejanji akan melakukan koordinasi dengan Polres Bojonegoro, Jawa Timur dan Polres Blora, Jawa Tengah, sebelum melakukan mobilisasi alat pemboran sumur gas Jambaran-Tiung Biru.
JTB Site Manager Pertamina EP Cepu, Kunadi menjelaskan sebelum rig sampai di lokasi proyek Gas JTB, pihaknya akan mengkoordinasikan transportasi alat beratnya baik untuk pemanfaatan jalan maupun jembatan dengan Polres Blora maupun Bojonegoro.  Â
“Termasuk pemanfaatan jembatan nanti, seperti apa. Apakah kuat atau tidak saat dilewati, tau bagaimana,” ujar Kunadi saat buka puasa bersama wartawan beberapa waktu lalu. Â
Selain itu, pihaknya bersama Pertamina Drilling Servis Indonesia (PDSI) sedang melakukan evaluasi sewa gudang untuk penyimpaan alat pemboran. Ada dua gudang yakni milik BUMD Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana di Desa Katur, dan gudang di wilayah Padangan.
“Masih dievaluasi PDSI,” ucapnya.Â
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina EP Cepu, Jamsaton Nababan menegaskan jika saat ini tahapan proses drilling proyek JTB sebagai Proyek Strategis Nasional masih sesuai target.
“Juli 2019 kita rencanakan rig masuk ke lokasi,†ucap Jamsaton Nababan. Â
Ada enam sumur pengembangan yang akan dilakukan pemboran. Enam buah sumur tersebut ditargetkan mencukupi kebutuhan kurang lebih 330 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari (gas).Â
Kontrak kerja sama yang disepakati Pertamina EP Cepu dan PDSI sebesar Rp250 miliar dengan jangka waktu pelaksanaan selama tiga tahun. Lingkup pekerjaan mencakup penyediaan rig darat untuk mendukung program pemboran dan komplesi di lapangan Jambaran, Blok Cepu.Â
Untuk mendukung target produksionstream JTB di tahun 2021, Pertamina EP Cepu akan melakukan pengeboran 6 buah sumur secara bertahap. Diantaranya 4 sumur yang terletak di Wellpad Jambaran East dan 2 di Wellpad Jambaran Central. (rien)