DLH Akui RTH Bojonegoro Belum Mencapai 20%

DLH Nurul Azizah

SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia

Bojonegoro -  Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bojonegoro, mengakui bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Bojonegoro belum mencapai 20%. Bahkan, di beberapa wilayah sekitar industri minyak dan gas bumi (migas) ketinggiannya belum maksimal. 

“Sekarang ini, baru ada sekitar 8 persen RTH di Bojonegoro,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro, Nurul Azizah, kepada Suarabanyuurip.com Jumat (31/5/2019).

Menurutnya, pepohonan yang disumbang oleh Kontraktor Kontrak Kerjasama (K3S) seperti ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Pertamina EP Cepu (PEPC) dan Pertamina EP Asset 4, masih belum bisa dirasakan manfaatnya.

“Ketingginya baru beberapa meter saja sejak ditanam pertama kali. Karena saat menanam, ketinggiannya baru 3 meter,” ungkapnya.

Saat ini, suhu di Bojonegoro rata-rata mencapai 35-36 derajat celsius. Suhu tersebut dikisaran pukul 10.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Panas yang ada di Bojonegoro, belum mampu ditanggulangi karena penghijauan belum maksimal.

“Oleh sebab itu, Bupati Bojonegoro menargetkan menanam 500 ribu pohon, dan kita upayakan bisa terwujud,” tukasnya.

Baca Juga :   12.595 ASN Bojonegoro Terima THR, Totalnya Capai Rp 59 Miliar

Disinggung banyaknya pepohonan di dalam perkotaan yang banyak ditebang dahannya. Mantan Camat Kalitidu ini menjelaskan, jika hal itu bertujuan untuk mengantisipasi bencana. Bukan justru menambah panas.

“Takutnya ada yang roboh, karena dahannya sudah terlalu rindang. Meski ditebang, itu sudah banyak tunas-tunas baru tumbuh. Jadi jangan khawatir,” pungkasnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *