SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Bojonegoro – Hilal belum terlihat di atas Bukit Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (3/6/2019). Pemantauan hilal (rukyatul hilal) dilakukan Kementerian Agama (Kemenag) setempat mulai pukul 17:25 WIB, selama lima menit.Â
“Dari hasil pemantauan hari ini hilal tidak terlihat. Sehingga puasa diistikmalkan atau digenapkan 30 hari ,” tegas Kepala Kemenag Bojonegoro, Muhammad Syamsuri, usai melakukan pemantauan hilal, (3/5/2019).
Hasil dari rukyatul hilal hari ini akan dilaporkan kepada Kementerian Agama untuk menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbath.Â
“Kita tetap menuggu keputusan dari Kementerian Agama untuk penentuan 1 Syawal 1440 Hijriyah,” ucapnya.
Sejumlah pihak terlibat dalam pemantauan. Selain Kepala Kemenag Bojonegoro, tampak Kepala Bagian Kesejahteraan, Sahari ikut memantau hilal dengan naik di atas tower.Â
Sebelumnya Syamsuri menyampaikan, dalam menentukan 1 syawal dilaksanakan dengan dua metode yakni Hisab dan Rukyat. Berdasarkan hisab, kondisi bulan dalam keadaan mines di bawah ufuk. Sehingga sangat kecil kemungkinan hilal bisa terlihat.
Bukit Wonocolo merupakan salah satu dari 105 lokasi rukyatul hilal di tanah air yang ditetapkan Kementerian Agama. Â
“Tahun 2008 sudah disini kok, cuma pastinya kami belum tahu,” ujar Kepala KUA Kasiman, M. Miran QR yang turut serta mendampingi Kepala Kemenag Bojonegoro.(ams)