SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Sejak memasuki bulan Ramadhan hingga Idul Fitri 1440 hijriah pada 5-6 Juni 2019, harga sembilan bahan pokok (Sembako) di Pasar Kota Bojonegoro, Jawa Timur, terpantau aman.
Wahyuningsih (45), salah satu pedagang mengatakan, pada hingga lebaran kedua belum ada bahan pokok yang naik signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya. Meskipun ada, hanya satu atau dua bahan pokok saja.
“Yang naik itu, cuma lombok sret sama tomat, lainnya normal,” kata ibu dua anak ini, kepasa Suarabanyuurip.com.
Disebutkan, untuk harga bawang merah perkilogramnya masih antara Rp25,000 sampai Rp27.000. Bawang putih Rp30.000 per kilo, cabe kecil Rp20.000 per kilogram, cabai keriting Rp25.000 per kilogram, cabe setan atau biasa disebut lombok srer Rp35.000 per kilogram.
Telur masih Rp24.000 per kilogram, lalu beras medium Rp9.500, dan minyak goreng curah Rp10.500 per liter.
“Sementara tomat, per kilogram mencapai Rp40.000. Biasanya hanya Rp12.000 per kilogram,” imbuhnya.
Menurutnya, dengan stabilnya harga sembako tersebut menguntungkan pedagang karena masyarakat kembali ramai saat berbelanja. Jika harga mahal, pembeli yang datang sedikit, itupun membelinya dalam jumlah sangat kecil sekali.
“Kalau masyarakat sekarang belinya normal, belinya ya kalau untuk masak besar kiloan, kalau kebutuhan sehari hari ya setengah kilo. Biasanya, kalau harga mahal itu, belinya dua ribu, tiga ribu, kadang ya lima ribu saja,” imbuhnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perdagangan Bojonegoro, Agus Hariana, menegaskan, sampai sekarang harga sembako di beberapa pasar tradisional di Bojonegoro terpantau aman.
“Kita siaga terus, kalau-kalau harga sembako naik,” ujarnya.
Apabila ada kenaikan harga yang sangat signifikan dan tidak bisa diantisipasi, maka pihaknya siap menggelar operasi pasar.
“Alhamdulilah, tidak ada kenaikan sama sekali. kalau cuma satu atau dua macam saja yang naik ya wajar,” pungkasnya.(rien)