SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora, Jawa Tengah, mencatat empat rumah terdampak dan tiga rumah berpotensi terdampak longsor abrasi bengawan solo di Desa Sumberpitu, Kecamatan Cepu. Kondisi tersebut dialami warga setempat dalam sepekan terakhir.
“Setelah mendapat laporan dari warga, kami langsung melakukan assesment Rabu (12/6/2019) kemarin,” kata Agung Triyono, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora, kepada Suarabanyuurip.com, Kamis (13/6/2019).
Dia menjelaskan, berdasarkan laporan awal dari masyarakat, sekira sebulan yang lalu warga RT 02 RW 01, Desa Sumberpitu mendengar suara getaran seperti gempa. Setelah di cek, ternyata ada retakan tanah. Tanah bergeser kearah bengawan solo.
Dalam seminggu terakhir, retakan tanah semakin membesar. Dengan panjang 90 meter dan lebar 20 meter. Lebar retakan mulai 5cm hingga 50 cm sepanjang bantaran bengawan solo lokasi setempat. Kondisi itu mengakibatkan kerusakan di permukiman warga.
Adapun, rumah warga yang mengalami kerusakan adalah milik Sarbi (45). Bangunan bangunan belakang dan kamar mandi retak dan ambles. Rumah milik Masrikan (45). Rumah utama terbelah sekira 50 cm. Sementara penghuni rumah menempati rumah depan dengan kondisi retak dibagian teras rumah.
Kemudian, rumah milik Surat (70). Jenis kerusakannya, rumah bagian belakang, dapur dan kamar mandi terpaksa dibongkar karena ambles. Rumah milik Supar (60), kerusakan pada pondasi rumah bagian belakang putus dan ambles skitar 20cm serta bangunan dapur dan kamar mandi retak.
Selain itu, tiga rumah lain yang berpotensi terdampak diantaranya, milik Sukar (40), Radi (42), dan Sukimin (55) pada pekarangan belakang rumah mereka alami keretakan.
“Ini adalah pendataan dan asesment awal terhadap wilayah yang terdampak longsor abrasi Bengawan Solo,” ungkapnya.
Setelah data ini masuk, BPBD akan melaksanakan cek kerugian dan pengolahan data lengkap. Untuk dikirim ke instansi terkait.
Kepala BPBD Blora, Sunanto mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap melebarnya retakan longsoran.
“Tim BPBD akan mendata lengkap dan mengkaji data untuk rencana tindak lanjut dan akan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” tambahnya.(ams)