SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur RozaqyÂ
Bojonegoro – Berpredikat daerah penghasil migas, Kecamatan Gayam tidak masuk dalam rencana pembangunan infrastruktur Pemkab Bojonegoro.
Hal ini pun menuai reaksi protes dari warga Kecamatan Gayam.
Salah satu tokoh pemuda desa setempat, Siswanto mengatakan jumlah APBD Bojonegoro saat ini tidak bisa dipungkiri sebagaian besar diperoleh dari sektor migas.Terutama kontribusi mega proyek Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu yang bersentra di Kecamatan Gayam.
“Kita ketahui bersama penyumbang APBD Kabupaten Bojonegoro terbesar adalah sektor migas,” katanya kepada Suarabanyuurip.com Rabu (19/6/2019).
Dia merasa Kecamatan Gayam tidak diberlakukan adil karena tidak tertera dalam rencana Pemkab Bojonegoro yang akan melakukan pembangunan infrastruktur berupa jalan 126,63 km dan jembatan disejumlah kecamatan.
“Tak adil rasanya gayam tak tersentuh sama sekali di rencana pembangunan 2019. Terutama infrastruktur,”tandasnya.
Padahal, menurut dia, kondisi infrastruktur di Kecamatan Gayam masih banyak yang kurang layak. Selain itu, lampu penerangan juga masih minim. Sehingga, kerap terjadi kecelakaan.
“Jalan Raya Gayam sudah sering memakan korban selain kondisi jalan yang sempit, beberapa titik jembatan sudah tidak layak dan gelap gulita ketika malam hari,”urai Siswanto.
Lebih lanjut, kata dia, saat ini jalan Gayam juga digunakan sebagai akses utama proyek Lapangan Jambaran Tiung Biru (JTB) yang menghubungkan antar kecamatan. Pemuda yang aktif dikegiatan kepemudaan ini berharap Pemkab Bojonegoro lebih bijak. Termasuk rencana perbaikan jalan nasional Bojonegoro – Babat yang menggunakan APBD.
“Masih banyak jalan kecamatan dan jalan poros desa yang tidak layak,”kritiknya.
Aksi protes juga sempat dilakukan oleh karang taruna Desa Gayam beberapa waktu lalu. Sejumlah pemuda, membentangkan banner bertuliskan himbauan kepada pengguna jalan yang melintas di salah satu jembatan di Desa Gayam.
“Pihak terkait jangan menutup mata. Perbaikan ini harus diprioritaskan. Karena sudah sering menyebabkan kecelakaan,” kata Ketua Katar Gayam, Yusuf Yuliawan. (Roz).