SuaraBanyuurip.com – Edi Supraeko
Bojonegoro – Tasyakuran peringatan HUT Bhayangkara ke – 73 di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, dilaksanakan berbeda. Kali ini, kegiatan dikemas doa bersama digelar di obyek wisata Kayangan Api desa Sendangharjo Kecamatan Ngasem, Sabtu sore (29/06/2019).
Menariknya, acara tahunan dilakukan dengan nuansa budaya dan sejarah lahirnya pasukan Bhayangkara yang diyakini berasal dari Kayangan Api.
Sebelum acara dimulai, terlebih dulu dilakukan upacara penyambutan Kapolres Bojonegoro, AKBP Ary Fadli dengan tradisi jaman kerajaan Majapahit.
Saat memasuki pelataran, Kapolres bersama isteri diikuti Bupati Anna Muawanah dan Wakil Bupati Budi Irawanto langsung disambut juru kunci untuk diantarkan menuju Pendapa Kayangan Api.
Mereka diiringi tarian Kayangan Api dan para prajurit Bhayangkara maupun Bhayangkari dari Polres Bojonegoro.
Setelah itu Kapolres bersama Bupati dan wakil Bupati yang diikuti seluruh pejabat baik dari Polres, Kodim 0813 serta para camat dan kepala OPD diarak mengelilingi sumber api abadi Kayangan Api yang kemudian langsung menuju pendapa untuk menggelar doa bersama.
“Kegiatan sakral ini akan kita laksanakan setiap tahunnya untuk mengenang sejarah bahwa prajurit Bhayangkara ini berasal dari Kayangan Api yang pada zaman Majapahit dikenal dengan nama Bedander,” ungkap Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli.
Dijelaskan sejarah ini terlihat dalam Tarian Kayangan Api yang menggambarkan tentang pembuatan keris pusaka oleh Empu Supo yang diberikan kepada Bekel Gajah Mada pada pemerintahan Jayanegara.
“Saat itu Gajah Mada bersama prajurit Bhayangkara berhasil merebut kembali Majapahit dari pembrontak yang dipimpin oleh Rakuti,” katanya.
Sehingga lanjut Kapolres, pihaknya yakin bahwa Pasukan Bhayangkara dulu berasal dari Bendander yang kini bernama Bojonegoro.
“Kami pun sudah membuat Surat Keputusan Kapolres agar peringatan HUT Bhayangkara dilaksanakan di Kayangan Api. Harapannya kedepan tidak hanya kami, namun Kapolda akan mengadakan tasyakuran HUT Bayangkara di Kayangan Api,” pungkas Ary Fadli.(edi)