Jargas Blok Gundih Terkendala Izin Kereta Api

Jargas Blok Gundih Terkendala Izin Kereta Api

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Jaringan gas (Jargas) di wilayah Blok Gundih Desa Sumber, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, masih terputus di tengah jalan. Saluran gas dari Central Processing Plant (CPP) Gundih belum sampai di seberang rel Dukuh Wates Desa Sumber. 

“Kalau jaringan ke rumah tangga sudah. Ada sekira 400 an kepala kelurga,” kata Ketua LKMD Sumber, Narto Minggu (30/6/2019).

Dijelaskan, jalur pipa gas hingga saat ini belum bisa sampai ke dusunnya. Padadahal banyak warga yang berharap teraliri.

“Katanya sih terkendala izin crossing di bawah rel kereta api. Sehingga sampai sekarang jaringan masih terputus dan belum tersambung di jaringan rumah tangga,” tuturnya.

Kondisi tersebut sudah terjadi sejak awal pembangunan tahun 2013 lalu.

“Kami inginnya yang ada di ring-1 bisa menikmati gas lebih dulu. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” ujarnya. 

Sampai sekarang ini jaringan gas rumah tangga masih mangkrak. Belum difungsikan. Belum lama ini, Bupati Blora Djoko Nugroho, meminta pihak Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk memperbaiki dan mengoptimalkan 4.000 jaringan gas yang sudah terpasang di Blora.

Baca Juga :   TKD Gayam Masuki Tahap Uji Tanah

Untuk diketahui, 4.000 jaringan tersebut disebar di beberapa desa, diantaranya Desa Sumber dan Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan; Desa Pulo, Desa Kemantren, Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban; dan Desa Kapuan, Kecamatan Cepu.

Group Head PT PGN, Santiaji, sebelumnya pernah menyampaikan, pihaknya bersama Pertagas akan mengusahakan untuk perbaikan jaringan gas rumah tangga yang sudah terpasang sejak 2013 agar bisa diopersionalkan. Selain itu juga akan berkoordinasi dengan Dirjen Migas Kementerian ESDM.

Diungkapkan, saat penyerahan aset jaringan gas yang telah terpasang di sekitar CPP Gundih. Namun ternyata sudah banyak yang rusak, sehingga semuanya belum bisa teraliri.

“Kita tetap akan upayakan agar semuanya bisa teraliri. Perbaikan jaringan sedang diupayakan juga,” kata Santiaji. (ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *