KKN UGM Lanjutkan Program Ternak Sapi di Blora

Mahasiswa UGM KKN di Blora

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Sebanyak 29 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta diterjunkan di Blora, Jawa Tengah, untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Bertempat di Gedung Samin Surosentiko, komplek Setda Blora, penerjunan mahasiswa KKN diterima oleh Sekda Komang Gede Irawadi, bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Blora, Samsul Arief.

Rombongan mahasiswa UGM Yogyakarta dipimpin oleh drh. Erif Maha Nugraha Setyawan, selaku Dosen Departemen Reproduksi dan Obstetri Fakultas Kedokteran Hewan UGM Yogyakarta, sekaligus Dosen Pembimbing pelaksanaan KKN.

drh. Erif Maha Nugraha Setyawan, dalam laporannya menyampaikan, bahwa tahun ini pihaknya kembali menerjunkan mahasiswa KKN di Kabupaten Blora, guna melanjutkan program pengembangan ternak sapi di dua desa yang pada tahun sebelumnya telah dirintis oleh mahasiswanya.

“Kali ini kami terjunkan 29 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN dengan tema Pengembangan Kawasan Eduwisata Technopark Berbasis Kelompok Ternak Sapi Potong di Desa Palon dan Desa Kemiri, Kecamatan Jepon,” kata Arif, dalam penyampaiannya, Senin (1/7/2019).

Baca Juga :   FITRA: Serapan APBD Bojonegoro Rendah Hambat Pembangunan Daerah

Menurutnya, KKN akan dilaksanakan hingga 18 Agustus 2019 mendatang. Mahasiswa yang diterjunkan tidak hanya berasal dari Fakultas Peternakan saja, namun juga Fakultas lainnya.

Sekda Komang Gede Irawadi, dalam sambutannya berterimakasih dan mengapresiasi adanya mahasiswa KKN dari UGM Yogyakarta di Kabupaten Blora yang sudah berjalan beberapa tahun.

Sekda berharap keberadaan mahasiswa KKN bisa berkontribusi dalam pengembangan ternak. Khususnya sapi di Desa Palon maupun Desa Kemiri, agar lebih bernilai ekonomi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Blora merupakan Kabupaten penghasil sapi potong terbesar di Jawa Tengah, bahkan Indonesia. Namun jumlah sapi potong sebanyak 230 ribu ekor lebih ini belum bisa menyejahterakan para peternak.

“Mereka memiliki sapi hanya untuk tabungan, atau rojo koyo. Semoga dengan adanya adik-adik mahasiswa, potensi ternak sapi ini bisa diberdayakan,” ujar Sekda.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada Camat Jepon, Kepala Desa Palon dan Kemiri, selalu siap siaga dalam menyediakan data potensi desa dan data lain yang terkait. Agar mahasiswa KKN dapat membantu masyarakat mengembangkan kawasan eduwisata technopark yang berujung pada penanggulangan kemiskinan.(ams)

Baca Juga :   DPU Bangun TPT Kantor Kecamatan Gayam

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *