SuaraBanyuurip.com -Â Ahmad Sampurno
Blora – Penambang minyak tradisional di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, melakukan pembersihan sumur (well service) di titik sumur 204. Sumur minyak peninggalan kolonial Belanda ini sering menjadi tempat kunjungan belajar daerah-daerah di Indonesia.
Lapangan Ledok di bawah pengeloaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Ebergi (BPE), bekerja sama dengan Perkumpulan Penambang Sumur Timba (PPMST) Desa Ledok.
Baca :Â 133 Sumur Minyak Tua Blora Berproduksi
Lapangan Ledok Produksi 170,03 Bph
Direktu Utama PT BPE, Christian Prasetya menyampaikan sumur 204 yang dilakukan well service ini termasuk sumur baik yang lama tidak dibersihkan.
“Sering dipakai kunjungan kalua ada tamu. Parkirnya juga luas,†kata dia kepada suarabanyuurip.com, Minggu (7/7/2018).
Dijelaskan, sumur tersebut cukup berpotensi. Karena di lokasi itu masih banyak pohon.
“Jadi sumurnya baik,†ujarnya.
Baca :BUMD Blora Diminta Bidik Bisnis Hulu dan Hilir Migas
Desa Sumur Minyak Tua Bersiap Hadapi Pilkades
Disinggung, apakah ada sumur lain yang dibersihkan, dia mengaku tidak hafal.
Ketua Perkumpulan Penambang Sumur Timba (PPMST) Desa Ledok, Supraptono, menambahkan, sumur yang dibersihkan itu berpotensi menghasilkan minyak mentah sebanyak 20 ton. Service yang dilakukan ini dikarenakan kondisi sumur tidak lurus.
“Cubing menceng, kurang lebih ada 15 join,†sambungnya dikonfirmasi terpisah.
Lapangan Ledok masuk wilayah Kerja Pertambangan (WKP) Pertamina EP Asset 4 Filed Cepu. Di lokasi ini terdapat 196 titik sumur yang diijinkan oleh Pertamina untuk dilakulan pengelolaan.(ams)