Mobilisasi Alat Pemboran Gas JTB Tanpa Pengawalan Polisi

Mobilisasi Alat Pemboran Gas JTB Tanpa Pengawalan Polisi

SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho

Bojonegoro – Pengangkutan alat pemboran Lapangan Gas Jambaran – Tiung Biru (J-TB) yang berpusat di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, dikeluhkan warga sekitar. Mobilisasi tidak menggunakan pengawalan dari pihak kepolisian. 

Padahal jalan poros kecamatan yang dilewati pengangkutan alat berat yakni mulai Sumengko, Kecamatan Kalitidu – Kecamatan Gayam, kerap terjadi kecelakaan. Terbaru, Sukardi, warga Desa Ringintunggal, Kecamatan Gayam, meninggal dunia akibat tabrakan saat iring-iringan mobilisasi alat berat proyek Gas JTB.

Pengangkutan alat pemboran berlangsung Senin (8/7/2019), sekitar pukul 02.30 Wib. Ada sekitar lima mobil mengangkut peralatan driling melintas poros Kecamatan Kalitidu – Gayam. 

“Semalam tidak ada pengawalan dari kepolisian. Saya sempat mengambil videonya. Ada lima sampai enam trailer sepertinya mengangkut alat drilling,” kata Ketua Karang Taruna Gayam, Yusuf Yuliawan kepada suarabanyuurip.com, Senin (8/7/2019).

Pemuda ring satu Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu-sebutan lain Gayam, itu menyayangkan tidak adanya pengawalan mobilisasi dari pihak kepolisian. Karena jalan yang dilewati hanya selebar 6 meter, sehingga dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan membahayakan.

Baca Juga :   Ada Mahkluk Astral di Jalur Pipa Gresem

“Sini kan jalan sempit. Selaian itu apakah jalan di sini layak dilewati beban berat seperti itu,” keluhnya.

Senada disampaikan Kepala Desa Katur, Kecamatan Gayam, Sukono. Menurut dia, seharus mobilisasi menggunakan pengawalan dari pihak kepolisian. Karena petugas flagman yang disiapkan di titik-titik rawan hanya bertugas membantu mengatur lalu lintas.

“Pengawalan dari pihak kepolisian itu wajib dilakukan. Apalagi jalur ini kan sering terjadi kecelakaan,” tegasnya dikonfirmasi terpisah.

JTB Site Office & PGA Manager PEPC, Kunadi di konfirmasi melalui stafnya, Wulan Purnamawati, mengatakan, peralatan pemboran yang diangkut milik Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI). Mobilisasi telah disosialisasikan kepada Muspika dan pemerintah desa di sepanjang jalur yang dilewati mulai poros Kalitiu – Gayam, khususnya polsek setempat.  

“Silahkan dikroscek ke polsek,” sarannya.

Kapolsek Gayam, AKP Harjo, mengatakan sedang melakukan klarifikasi kepada perusahaan terkait mobilisisasi tersebut.

“Orangnya sudah saya panggil dan hubungi, masih meeting,” pungkas kapolsek. (suko) 

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *