SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Hingga saat ini, belum ada kejelasan terkait pengembangan Lapangan Alas Dara Kemuning (ADK) yang dioperatori oleh Pertamina EP Cepu Alas Dara Kemuning (PEPC ADK).Â
Informasi terakhir, justru dari Pertamina Gas (Pertagas) telah melakukan audiensi dengan Bupati Blora, Djoko Nugroho terkait pengembangan lapangan tersebut. Bahkan, berencana melakukan pipanisasi gas sejauh 4 sampai 6 kilometer dari lokasi sumur. Gasnya akan dimanfaatkan untuk industri.
Lapangan ADK di Nglobo berpotensi mengandung gas sebanyak 3 hingga 3,5 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day).Â
Humas PEPC ADK, Gayatri, hingga saat ini belum memberikan tanggapan terkait perkembangan proyek Sumur NGU-1X. Beberapa pesan singkat dalam waktu dan tanggal berbeda untuk mengkonfirmasi terkait hal itu, hingga berita ini ditulis tidak ada balasan.Â
Padahal, PEPC ADK berencana melakukan rencana pengembangan gas lapangan kemuning. Menurut rencana dari lembaran pengumuman ijin Lingkungan yang tandatangani Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Dewi Tedjowati, tertanggal 15 Februari 2019, gas Sumur Eksisting NGU-1X dioperasikan pada bulan Juli 2019 sampai 2025.Â
Pada tahun 2025, umpan dari NGU-2 dialirkan bersama umpan NGU-1X. Dengan Kapasitas gas total sebesar 3,5 MMSCFD. Laju umpan masing-masing sumur sebesar 1,75 MMSCFD. Sementara, produksi Liquid (Condensate dan Produced Water) maksimum sebesar 182 barel per hari.
Djati Walujastono Staf Khusus Bupati Blora Bidang Infrastruktur, Pembangunan dan Migas, juga mengaku tidak tahu terkait informasi pengembangan lapangan tersebut.
“Belum ada info,” kata Djati.
Hal yang sama juga disampaikan, Christian Prasetya, Direktur Utama Badan Usah Milik Daerah (BUMD) Blora, PT Blora Patra Energi (BPE).
Pihaknya pernah berkompetisi untuk medapatkan gas blok ADK. Namun Gagal. “Belum ada Info. Kalau PI (Participating Interest) menunggu kementerian,” jelasnya. (Ams).