30 Warga Afghanistan akan Diklat di PPSDM Migas

Humas PPSDM Migas Cepu

SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno

Blora – Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah, menyatakan siap menerima peserta diklat dari Afganistan. Rencananya jumlah peserta diklat dari Afghanistan sebanyak 30 orang dan akan dimulai 6 Agustus 2019.

“Kami sudah melakukan persiapan untuk pelaksanaan diklat,” ujar Pelaksana Humas PPSDM Migas, Nurchalim, Senin (15/7/2019).

Dia menyatakan sudah menyiapkan sejumlah materi diklat. Diantaranya memberikan bekal bahasa Inggris kepada pengajar (English for Presentation) dan penyelenggara (English for Communication).

Selain itu, lanjut dia, kerjasama dengan Universitas Wahid Hasyim untuk menyediakan tenaga Interpreter penerjemah bahasa Afghanistan. Serta memberikan Awarrness Cultural Afghanistan kepada penyelenggara dan pengajar diklat program Afghanistan.

Rencananya, peserta akan dibagi dalam 2 kelas. Kelas pertama, pelatihan Welder level 6 G, dengan lama diklat 3 bulan. Dimulai tanggal 6 Agustus sampai 1 Oktober 2019. 

Sedangkan kelas kedua, yaitu Maintenance Technician and HSE. Lama diklat 4 bulan. Dimulai tanggal 6 Agustus sampai dengan 26 November 2019. 

Keterangan tertulis dari PPSDM Migas menyatakan rencana diklat tersebut merupakan tindak lanjut pada tahun 2018 lalu saat Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) usai melakukan pertemuan bilateral dengan chief executive Republik Islam Afganistan Abdullah. Pada kesempatan itu Abdullah menekankan bahwa Indonesia berkomitmen dalam meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan, ekonomi dan pembangunan kapasitas (capacity building) dengan Afganistan.

Baca Juga :   Jaga Daya Saing Industri, Pemerintah Pertahankan Subsidi Energi

Dalam hal ekonomi, Wapres JK menekankan pentingnya kerja sama di bidang energi dan sumber daya mineral, karena Afganistan memiliki potensi yang besar di kedua sektor tersebut.

Sedangkan kapasitas yang dimaksud adalah mendukung penuh berbagai pelatihan yang dilaksanakan melalui program pendidikan, pertambangan dan pemberdayaan perempuan.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melalui PPSDM Migas menyambut baik dan mempersiapkan hal tersebut dengan serius, hal ini terbukti dengan adanya kegiatan Cultural Awareness of Afganistan yang diselenggarakan di PPSDM Migas Jum’at (17/5/2019) lalu.

Wiratmaja Pudja, Kepala BPSDM ESDM mengatakan, salah satu permasalahan yang berpotensi muncul dalam pelaksanaan program Capacity Building untuk Afganistan adalah perbedaan kebudayaan.

“Ini karena kita memang berbeda pola kehidupan, budaya, komunikasi dan lainnya, ini yang harus kita persiapkan dengan matang agar nanti kegiatan berjalan dengan baik dan efektif,” ujarnya. (Ams)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *