SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kondisi Warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, berangsur membaik usai mendapatkan tindakan medis dari Sahabat Pertamina pasca mencium bau gas yang ditimbulkan dari kegiatan pengeboran minyak di Pad A, Lapangan Sukowati.Â
“Kemarin, ada enam orang yang mengalami mual dan muntah usai mencium bau menyengat dari Pad A,” kata Ketua RT 1, Abdul Hamid, kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (23/7/2019).Â
Menurutnya, kejadian bau gas dari Lapangan Pad A yang terletak 200 meter dari pemukiman warga sangat cepat. Tepatnya hari Senin (22/7/2019) kemarin, pukul 16.00 Wib, tiba-tiba tercium bau gas seperti gas LPG dan membuat sebagian merasa mual dan muntah.Â
“Setelah itu, saya melapor ke pos satpam ada yang mual, akhirnya petugas kesehatan dari sahabat pertamina datang memberi pertolongan,” imbuhnya.Â
Enam orang yang menerima dampak dari bau gas itu diantaranya Marfuah (40), Indri (35), Tri (40), Sri Hartati (40), Ratminatun (45), Mbah Sarjinah (65).Â
“Sebenarnya, kita sudah tahu ada aktivitas di Pad A baik itu produksi maupun perbaikan sumur. Jadi sudah antisipasi dengan sedia masker, tapi jumlahnya kurang. Dengan adanya tenaga medis dari Pertamina ya bersyukur ada penanganan untuk warga dengan kejadian kemarin,” lanjutnya.Â
Pihaknya belum mengetahui apakah itu merupakan gas H2S atau bukan. Namun, dari Pertamina EP Asset 4 telah memberikan pengertian jika bau gas akibat kebocoran pipa yang tidak bisa dihindari.Â
“Pihak Pertamina EP sudah memberikan penjelasan kalau bau gas kemarin itu murni kecelakaan kerja dan diluar kemampuan mereka,” tandasnya.Â