SuaraBanyuurip.com – Ahmad Sampurno
Blora – Gas di Blok Alas Dara Kemuning (ADK) yang dioperatori Pertamina EP Cepu ADK, dikabarkan bakal dimanfaatkan untuk kebutuhan industri. Sumur gas tersebut berada di lapangan Kemuning, Desa Nglobo, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Hal itu diungkapkan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Blora, Suryanto, Rabu (24/7/2019).
Saat disinggung apakah program Jaringan Gas (Jargas) sebanyak 4.000 sambungan rumah tangga untuk Kabupaten Blora tersebut diambilkan dari Blok ADK.
Suryanto mengaku, bahwa gas tersebut tidak untuk program Jargas, melainkan untuk industri.
“Tidak, gas ADK itu nanti informasinya hanya untuk industri,” ujarnya saat di Gedung Samin.
Menurutnya, pihak PT Pertamina Gas (Pertagas) yang direncanakan membeli dan membangun instalasi gas.
“Akan dijual ke Industri, seperti di Blok Gundih,” kata dia kepada suarabanyuurip.com.
Dalam hal ini, belum ada pihak dari Pertagas yang bisa dimintai konfirmasi terkait hal tersebut. Informasi terakhir, pihak Pertagas telah melakukan audiensi dengan Bupati Blora, Djoko Nugroho terkait pengembangan lapangan tersebut. Bahkan, berencana melakukan pipanisasi gas sejauh 4 sampai 6 kilometer dari lokasi sumur.
Untuk diketahui, PEPC ADK berencana melakukan pengembangan gas lapangan kemuning. Rencanya dari lembaran pengumuman izin Lingkungan yang ditandatangani Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Blora, Dewi Tedjowati, tertanggal 15 Februari 2019, gas Sumur Eksisting NGU-1X dioperasikan pada Bulan Juli 2019 sampai 2025.
Pada tahun 2025, umpan dari NGU-2 dialirkan bersama umpan NGU-1X. Dengan Kapasitas gas total sebesar 3,5 MMSCFD.
Laju umpan masing-masing sumur sebesar 1,75 MMSCFD. Sementara, produksi Liquid (Condensate dan Produced Water) maksimum sebesar 182 barel per hari.(ams)