SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) menegaskan, sampai saat ini tidak ada investor yang melakukan pengeboran sumur baru di wilayah Sumur Tua di Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.
“Yang kami maksud di rapat dengan DPRD kemarin itu, bukan investor yang melakukan pengeboran baru. Tetapi perbaikan sumur,” kata Direktur Utama PT BBS, Tonny Ade Irawan, Suarabanyuurip.com, Minggu (28/7/2019).
Untuk melakukan perbaikan sumur, memang diakui Tonny, membutuhkan anggaran yang besar. Itupun belum tentu jika sumur yang diperbaiki mengeluarkan minyak mentah.
“Sampai sekarang belum ada yang menawarkan diri untuk perbaikan sumur. Dan istilahnya memang bukan investor tapi kelompok penambang,” ralatnya.
Pihaknya sekarang ini fokus untuk pengelolaan sumur tua pasca diputusnya kontrak Koperasi Unit Desa Sumber Pangan (KUD SP) pada Mei 2019 lalu. Seiring itu, ratusan penambang mulai bergabung dengan PT BBS.
“Sekarang ini, produksi yang kami setorkan ke Pertamina EP mencapai 400 Barel per hari,” tukasnya.
Selain itu, PT BBS juga tengah memperpanjang izin pengelolaan sumur tua pada 5 tahun mendatang ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Kita tengah proses perpanjangan izin hingga tahun 2024 mendatang,” pungkasnya.(rien)