SuaraBanyuurip.com – d suko nugroho
Bojonegoro – Pemuda sekitar Lapangan Minyak Banyu Urip, Blok Cepu, di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, semakin kreatif dan inovatif.
Seperti dilakukan Karang Taruna Desa Brabowan. Mereka memanfaatkan lahan milik SKK Migas yang berada di sekitar pagar pengeboran minyak Banyu Urip untuk dikelola menjadi agrowisata jambu kristal.
Ada empat hektar lahan yang ditanami 2.500 jambu kristal sejak 2017. Setiap kali panen bisa mencapai 5 kwintal.Â
Saat ini mulai memasuki masa panen. Pengunjung dapat memetik langsung jambu kristal di kebun.
Ketua Karang Taruna Desa Brabowan, Basuki Rianto menjelaskan budidaya jambu kristal yang dilakukan berawal dari program pengembangan kawasan agrowisata dan penghijauan. Program tersebut dilaksanakan operator migas Blok Cepu, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), bekerjasama dengan LSM Tropis.
Jambu Kristal yang ditanam menggunakan pola organik. Tujuannya agar buah jamu sehat dikonsumsi dan ramah lingkungan.
“Pengunjungnya lumayan. Ada dari warga sekitar sini dan luar kecamatan,” ujarnya saat mendampingi Camat Gayam, Agus Hariana dan perwakilan EMCL, Ali Mahmud saat mengunjungi agrowisata Jambu Kristal, Selasa (30/7/2019).
Untuk menjangkau agrowisata ini cukup mudah. Bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun empat.
Bagi pengunjung dari Bojonegoro bisa mengambil arah barat ke Padangan atau Cepu. Sesampainya di pertigaan Clangap ambil arah ke kiri atau keselatan sekitar tujuh kilo meter.
Begitu juga sebaliknya pengunjung dari Cepu atau NgawI dapat mengambil arah ke timur menuju Bojonegoro.
Camat Gayam, Agus Hariana menambahkan, kedepan agrowisata ini akan diintegrasikan dengan wisata lainnya yang ada di desa-desa di Kecamatan Gayam. Diantaranya wisata edukasi Batik di Desa Ringintunggal; Sirkuit Putuk Kreweng dan Sendang Lego di Desa Mojodelik, Sentra Jamur Bonggol Jagung di Desa Begadon, wisata kuliner dan lainnya.
Sehingga lanjut dia, selain pengunjung bisa memetik jambu kristal di kebun, mereka juga dapat menikmati sejumlah wisata yang ada view pengeboran migas terbesar di tanah air, Lapangan Banyu Urip.
“Ini bisa menjadi paket wisata yang menarik. Saya optimis jika semua dikelola dengan baik, wilayah ini akan menjadi salah satu tujuan wisatawan, baik lokal maupun manca,”
Diharapkan dengan berkembangnya wisata di wilayah Gayam ini akan memberikan multiplier effect bagi masyarakat sekitar. Mulai dari peluang jasa, usaha dan kerja.
“Dengan begitu dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Bojonegoro,” pungkasnya. (suko)
Â